Map titled "Jewish Executions Carried Out by Einsatzgruppen A" [LCID: 200509wu]

Einsatzgruppen

Einsatzgruppen adalah unit polisi dan SS khusus yang ditugaskan mengamankan wilayah pendudukan pada saat angkatan bersenjata Jerman merangsek maju ke Eropa timur. Menyusul invasi terhadap Uni Soviet pada Juni 1941, regu ini secara keji melakukan pembantaian massal terhadap orang Yahudi Soviet, Roma, dan para lawan politik.

Fakta Utama

  • 1

    Pada musim semi 1943, Einsatzgruppen telah membantai lebih dari 1 juta orang Yahudi di Uni Soviet dengan van gas beracun atau penembakan.

  • 2

    Komandan Einsatzgruppen menyusun laporan ekstensif yang memberikan informasi rinci tentang pembantaian orang sipil dan lokasi pembantaiannya.

  • 3

    Regu ini sangat memanfaatkan kolaborator lokal untuk menemukan dan membantai orang Yahudi dan kelompok lainnya di wilayah pendudukan Uni Soviet.

Einsatzgruppen (dalam hal ini, Unit Pembunuh Keliling) adalah regu yang sebagian besar terdiri atas personel SS dan polisi Jerman. Di bawah komando Polisi Keamanan Jerman (Sicherheitspolizei; Sipo) dan petugas Dinas Keamanan (Sicherheitsdienst; SD), Einsatzgruppen memiliki tugas-tugas yang di antaranya adalah membantai siapa saja yang dianggap sebagai musuh politis atau rasial yang ditemukan di belakang garis tempur Jerman di Uni Soviet yang diduduki.

Korban-korbannya meliputi warga Yahudi, Roma (Gipsi), pejabat negara Soviet dan petinggi partai Komunis Soviet. Einsatzgruppen juga membantai ribuan penyandang cacat fisik dan mental yang menghuni berbagai lembaga penampungan. Banyak ahli yang meyakini bahwa pembantaian sistematis terhadap warga keturunan Yahudi di Uni Soviet yang diduduki oleh Einsatzgruppen dan batalion Polisi Ketertiban (Ordnungspolizei) merupakan langkah pertama dari "Solusi Akhir," yakni program Nazi untuk membantai seluruh warga Eropa keturunan Yahudi.

Selama invasi atas Uni Soviet pada bulan Juni 1941, Einsatzgruppen membonceng tentara Jerman yang menjelajah masuk lebih dalam ke kawasan Soviet. Einsatzgruppen, yang sering mendapat dukungan dari polisi dan penduduk sipil setempat, melakukan operasi pembantaian massal. Tidak seperti metode yang kemudian digunakan, yakni mendeportasi warga Yahudi dari kota dan pemukimannya sendiri atau dari lingkungan ghetto ke pusat-pusat pembantaian, Einsatzgruppen mendatangi langsung pemukiman Yahudi dan membantai mereka di tempat.

Tentara Jerman memberi dukungan logistik kepada Einsatzgruppen, termasuk persediaan, transportasi, perumahan, dan terkadang tenaga dalam bentuk satuan-satuan pengawal dan pengangkut tahanan. Awalnya sebagian besar korban yang ditembak mati oleh Einsatzgruppen adalah para pria Yahudi. Namun hingga akhir musim panas 1941, ke mana pun Einsatzgruppen pergi, mereka juga menembaki warga Yahudi wanita dan anak-anak tanpa memandang usia atau jenis kelamin, dan menguburkannya di pemakaman-pemakaman massal. Sering kali dengan bantuan informan dan penerjemah setempat, warga Yahudi di tempat tertentu dapat diketahui dan dibawa ke pos-pos pengumpulan. Dari sana mereka digiring atau diangkut dengan truk ke lokasi eksekusi, dengan parit-parit yang telah disiapkan. Dalam beberapa kejadian, korban yang ditawan tersebut bahkan disuruh menggali liang kuburnya sendiri. Setelah korban menyerahkan barang-barang berharga dan dilucuti pakaiannya, para pria, wanita, dan anak-anak ditembak mati, baik dalam kondisi berdiri di depan parit menganga, atau pun tengkurap di lubang yang telah disiapkan.

Menembak adalah metode pembantaian paling umum yang digunakan Einsatzgruppen. Namun pada akhir musim panas 1941, Heinrich Himmler, setelah mengetahui beban psikologis penembakan massal terhadap anak buahnya, meminta agar dibuatkan metode pembantaian yang lebih mudah. Maka lahirlah gerbong gas, sebuah kamar gas keliling yang dipasang pada sasis truk kargo yang menggunakan karbon monoksida dari knalpot truk untuk membantai para korban. Gerbong gas muncul pertama kali di front timur pada akhir musim gugur 1941, dan akhirnya digunakan beserta penembakan, untuk membantai warga Yahudi dan korban lainnya di sebagian besar area operasi Einsatzgruppen.

Einsatzgruppen yang membonceng tentara Jerman ke Uni Soviet terdiri atas empat kelompok operasional setara batalion. Einsatzgruppe A menyebar dari Prusia Timur Lituania, Latvia, dan Estonia menuju Leningrad (sekarang St. Petersburg). Einsatzgruppe ini membantai warga Yahudi di Kovno, Riga dan Vilna. Einsatzgruppe B dimulai dari Warsawa di Polandia yang diduduki Jerman, dan menyebar di seluruh Belorussia menuju Smolensk dan Minsk, dan membantai orang Yahudi di Grodno, Minsk, Brest-Litovsk, Slonim, Gomel, dan Mogilev serta tempat-tempat lain. Einsatzgruppe C mulai beroperasi dari Krakow (Cracow) dan menyebar di seluruh Ukraina barat menuju Kharkov dan Rostov-on-Don. Personelnya mengarahkan pembantaian di Lvov, Tarnopol, Zolochev, Kremenets, Kharkov, Zhitomir, dan Kiev, di mana dalam dua hari saja pada akhir September 1941, unit Einsatzgruppe detasemen 4A dikenal atas pembantaiannya terhadap 33.771 warga Yahudi di Kiev Yahudi di jurang Babi Yar. Dari keempat unit tersebut, Einsatzgruppe D dioperasikan di daerah paling selatan. Para personelnya melakukan pembantaian di Ukraina Selatan dan Krimea, terutama di Nikolayev, Kherson, Simferopol, Sevastopol, Feodosiya, dan di wilayah Krasnodar.

Einsatzgruppen menerima banyak bantuan dari tentara Jerman dan Poros, kolaborator lokal, dan unit SS lainnya. Para anggota Einsatzgruppen ditarik dari SS, Waffen SS (formasi militer dari SS), SD, Sipo, Polisi Ketertiban dan satuan-satuan polisi lainnya.

Hingga musim semi 1943, Einsatzgruppen dan batalion Order Police (Polisi Ketertiban) telah membantai lebih dari sejuta warga keturunan Yahudi Soviet dan puluhan ribu pejabat dan partisan politik Soviet, kaum Gipsi, dan para penyandang cacat di berbagai lembaga. Metode pembunuhan keliling, terutama penembakan, ternyata tidak efisien dan sangat membebani pembunuhnya secara psikologis. Karena itu, saat unit-unit Einsatzgruppen menjalankan operasinya, otoritas Jerman merencanakan dan mulai membangun fasilitas kamar gas permanen di pusat-pusat pembantaian tersentralisasi untuk membantai warga Yahudi secara besar-besaran.

Bacaan Lebih Lanjut

Arad, Yitzhak, Shmuel Krakowski, Shmuel Spector, dan Stella Schossberger. The Einsatzgruppen Reports: Selections from the Dispatches of the Nazi Death Squads' Campaign against the Jews, July 1941-January 1943. New York: Holocaust Library, 1989.

Headland, Ronald. Messages of Murder: A Study of the Reports of the Einsatzgruppen of the Security Police and the Security Service, 1941-1943. Rutherford, NJ: Fairleigh Dickinson University Press, 1992.

Hilberg, Raul. The Destruction of the European Jews. New Haven, CT: Yale University Press, tahun 2003.

Langerbein, Helmut. Hitler's Death Squads: The Logic of Mass Murder. College Station: Texas A & M University Press, 2004. Mendelsohn, John, editor. The Einsatzgruppen or Murder Commandos. New York: Garland Publishing, 1982.

Rhodes, Richard. Masters of Death: The SS-Einsatzgruppen and the Invention of the Holocaust. New York: Knopf, 2002.

Westermann, Edward B. Hitler's Police Battalions: Enforcing Racial War in the East. Lawrence: University Press Kansas, 2005.

Thank you for supporting our work

We would like to thank The Crown and Goodman Family and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.