Category: Document

Clear All
  • Artikel surat kabar "The Refugee Tragedy" (Tragedi Pengungsi)

    Dokumen

    Artikel surat kabar San Francisco Chronicle berjudul "The Refugee Tragedy” (Tragedi Pengungsi). Artikel ini ditulis berdasarkan wawancara dengan Moses Beckelman dari Komite Distribusi Gabungan Yahudi Amerika, sebuah LSM. Artikel ini membahas besarnya jumlah pengungsi dari Polandia dan Lituania yang terdampar di Shanghai, Kobe (Jepang), dan Lisbon (Portugal), di semua perhentian menuju menuju Amerika Utara dan Selatan. Penyebab utama penumpukan ini adalah kurangnya visa transit dan visa masuk, karena sebagian besar negara menutup wilayah perbatasannya untuk imigran. Mei 1941. [Dari pameran khusus USHMM Pelarian dan Penyelamatan.]

    Artikel surat kabar "The Refugee Tragedy" (Tragedi Pengungsi)
  • Bagan kamp transit Westerbork yang digambar tangan

    Dokumen

    Pemerintah Belanda mendirikan sebuah kamp di Westerbork untuk menginternir para pengungsi Yahudi yang masuk ke Belanda secara ilegal. Sketsa kamp transit Westerbork ini dibuat oleh seorang tahanan Yahudi yang berhasil beremigrasi ke Amerika Serikat. Pada awal tahun 1942, pemerintah pendudukan Jerman memutuskan untuk memperluas Westerbork dan mengubahnya menjadi kamp transit untuk orang-orang Yahudi. Pemusatan sistematis kaum Yahudi dari Belanda di Westerbork dimulai pada bulan Juli 1942. Dari Westerbork, kaum Yahudi dideportasi ke pusat-pusat pembantaian di wilayah Polandia yang diduduki Jerman.

    Tag: kamp-kamp
    Bagan kamp transit Westerbork yang digambar tangan
  • Denah "St. Louis"

    Dokumen

    Denah kapal penumpang berbaling-baling ganda "St. Louis," yang memperlihatkan kabin dan nomor kamar. Pada tahun 1939, kapal samudra Jerman ini mengangkut hampir 1.000 orang Yahudi yang mencari suaka sementara di Kuba. Kapal tersebut dipaksa berlayar kembali ke Eropa setelah Kuba dan kemudian juga Amerika Serikat menolak memberi izin masuk kepada para pengungsi tersebut.

    Denah "St. Louis"
  • Dokumentasi untuk identitas palsu: Simone Weil

    Dokumen

    Simone Weil menyimpan kartu pengenal yang masih kosong namun sudah ditempeli fotonya untuk berjaga-jaga jika penyamarannya sebagai "Simone Werlin" terbongkar dan dia harus membuat identitas palsu yang baru. Pekerja perlawanan dan pegawai pemerintah yang bersimpati telah memberikan stempel dan tanda tangan yang diperlukannya. Dokumen palsu semacam itu membantu Weil bekerja menyelamatkan anak-anak Yahudi sebagai anggota organisasi bantuan dan penyelamatan Oeuvre de Secours aux Enfants (Komunitas Bantuan untuk Anak-anak; OSE).

    Dokumentasi untuk identitas palsu: Simone Weil
  • Paspor Jerman yang diterbitkan untuk Alice "Sara" Mayer (bagian dalam)

    Dokumen

    Sebuah paspor Jerman yang diterbitkan untuk Alice Mayer pada 24 Februari 1939, di Bingen, Jerman. Anak perempuan Mayer, Ellen, juga terdaftar di paspor ini. Nama Ibu dan anak tersebut menyertakan nama tengah "Sara." Nama tengah ini menjadi kewajiban tambahan yang diharuskan undang-undang pada 17 Agustus 1938. Sejak saat itu, semua wanita Yahudi di Jerman dengan nama depan asli "non-Yahudi" harus menambahkan "Sara" sebagai nama tengah pada seluruh dokumen resmi. Pria Yahudi harus menambahkan nama "Israel". Hal ini memungkinkan pejabat Jerman untuk mengenali mereka sebagai orang Yahudi.

    Paspor Jerman yang diterbitkan untuk Alice "Sara" Mayer (bagian dalam)
  • Paspor Jerman yang diterbitkan untuk Erna "Sara" Schlesinger (bagian dalam)

    Dokumen

    Aparat polisi Jerman menerbitkan paspor ini untuk Erna "Sara" Schlesinger pada 8 Juli 1939 di Berlin. Halaman pertama paspor ini mengilustrasikan hukum Jerman yang membantu mengidentifikasi kaum Yahudi di Jerman. Sejak tahun 1938, peraturan Jerman mewajibkan wanita Yahudi dengan nama depan asli "non-Yahudi" untuk menggunakan nama tengah "Sara" pada seluruh dokumen resmi. Pria Yahudi pun harus menambahkan nama "Israel". Huruf "J" (kependekan dari "Jude," yang merupakan, kata "Yahudi" dalam bahasa Jerman) dicap dengan warna merah di paspor orang Yahudi yang juga merupakan warga negara Jerman. Erna Schlesinger beremigrasi ke Amerika Serikat pada tahun 1939.

    Paspor Jerman yang diterbitkan untuk Erna "Sara" Schlesinger (bagian dalam)
  • Radiogram dari Moritz Schoenberger di "St. Louis”

    Dokumen

    Pada tanggal 25 Mei 1939, seniman Moritz Schoenberger mengirim radiogram ini (telegram yang dikirimkan melalui radio) dari kapal laut "St. Louis" dalam perjalanannya dari Hamburg, Jerman, menuju Havana, Kuba. Pada pelayaran ini, "St. Louis" membawa lebih dari 900 pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari penganiayaan Nazi. Telegram ini sebagiannya berbunyi, "Secara fisik dan rohani sudah pulih dan bersemangat, sangat yakin akan tiba di Havana hari Sabtu. Uang sudah diterima. Terima kasih banyak. Cium sayang. Papa." Optimisme Schoenberger ternyata tidak berdasar. Otoritas Kuba menolak memberikan izin masuk bagi para pengungsi tersebut. Setelah Amerika Serikat juga menolak memberikan izin masuk kepada para penumpang ini, "St. Louis" terpaksa kembali ke Eropa. Dalam perjalanan pulang, Britania Raya, Belgia, Prancis, dan Belanda menyetujui untuk menerima pengungsi Yahudi. Otoritas Prancis menampung Schoenberger di selatan Prancis.

    Radiogram dari Moritz Schoenberger di "St. Louis”
  • Sertifikasi guru yang dipalsukan untuk Simone Weil

    Dokumen

    Simone Weil menggunakan ijazah palsu ini dan dokumen palsu lainnya untuk mendokumentasikan identitas baru yang dibuat pada akhir 1943. Sebagai Simone Werlin, dia dapat menghindari penangkapan dan berganti tempat tinggal untuk membantunya menyelamatkan anak-anak Yahudi sebagai anggota organisasi bantuan dan penyelamatan Oeuvre de Secours aux Enfants (Komunitas Bantuan untuk Anak-anak; OSE). Weil mendapatkan ijazah ini, yang membuatnya memiliki sertifikasi untuk mengajar di taman kanak-kanak di Prancis, dari Sekolah Pekerja Sosial di Strasbourg pada 1940. Kepala sekolah tersebut dengan suka rela memalsukan versi baru ini.

    Sertifikasi guru yang dipalsukan untuk Simone Weil
  • Sertifikat guru taman kanak-kanak milik Simone Weil

    Dokumen

    Simone Weil mendapatkan ijazah ini, yang membuatnya memiliki sertifikasi untuk mengajar di taman kanak-kanak di Prancis, dari Sekolah Pekerja Sosial di Strasbourg pada 1940. Weil membuat identitas palsu pada akhir tahun 1943 untuk membantu aktivitas perlawanannya sebagai anggota organisasi bantuan dan penyelamatan Oeuvre de Secours aux Enfants (Komunitas Bantuan untuk Anak-anak; OSE). Di antara dokumen yang mendokumentasikan identitas baru Weil adalah sebuah versi palsu dari ijazah ini dengan nama "Simone Werlin".

    Sertifikat guru taman kanak-kanak milik Simone Weil
  • Surat Aaron A. Eiferman: Halaman 1

    Dokumen

    Aaron A. Eiferman, seorang anggota Divisi Lapis Baja ke-12, menulis surat ini kepada istrinya di Amerika Serikat. Ia menulis “Kami telah menyaksikan apa yang dapat disebut mayat hidup”. Ia menggambarkan pengalamannya sebagai anggota Divisi Lapis Baja ke-12 yang menyerbu subkamp Dachau di daerah Landsberg pada tanggal 27 April 1945.

    Tag: kamp-kamp
    Surat Aaron A. Eiferman: Halaman 1

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.