Category: Artifact

Clear All
  • Mesin jahit Singer dari ghetto Lodz

    Artefak

    Mesin jahit Singer ini digunakan oleh para tukang sepatu di ghetto Lodz, Polandia. Sejak bulan Mei 1940, Jerman mulai mendirikan pabrik-pabrik di dalam ghetto tersebut dan memanfaatkan para penghuni Yahudi sebagai buruh kerja paksa. Hingga bulan Agustus 1942, ghetto ini memiliki hampir 100 pabrik. Pabrik-pabrik utama memproduksi tekstil, terutama seragam, untuk AD Jerman.

    Tag: Ghetto
    Mesin jahit Singer dari ghetto Lodz
  • Pamflet di Hotel Reichshof

    Artefak

    Pamflet tahun 1939 dari Hotel Reichshof di Hamburg, Jerman. Tanda merah memberitahukan tamu Yahudi di hotel tersebut bahwa mereka tidak diizinkan berada di restoran, bar, atau ruang tamu hotel. Pengelola hotel meminta tamu Yahudi untuk membawa makanan mereka ke kamar. Sebagai tindak lanjut hukum Nuremberg pada tahun 1935, kaum Yahudi secara sistematis dilarang masuk ke tempat-tempat umum di Jerman.

    Pamflet di Hotel Reichshof
  • Pengecoran pintu kamar gas Majdanek

    Artefak

    Atas permintaan the United States Holocaust Memorial Museum, dilakukan pengecoran pintu kamar gas yang ada di pusat pembantaian Majdanek, dekat Lublin, Polandia. Majdanek berfungsi sebagai kamp konsentrasi, kamp kerja paksa, dan pusat pembantaian. Tiap kamar gas di Majdanek ditutup dengan pintu besi kedap udara dan terkunci rapat sebelum gas dimasukkan ke dalam kamar. Para petugas SS dapat mengawasi proses pembantaian tersebut melalui lubang intip yang terdapat pada bagian tengah atas pintu.

    Pengecoran pintu kamar gas Majdanek
  • Peta berjudul "Eksekusi terhadap Kaum Yahudi oleh Einsatzgruppen A"

    Artefak

    Peta ini menyertai laporan rahasia Jerman tanpa tanggal tentang pembantaian massal terhadap kaum Yahudi oleh Einsatzgruppen A (unit pembunuh keliling A). Dalam Mahkamah Militer Internasional di Nuremberg, peta ini diajukan sebagai bukti oleh tim pendakwa baik dari Amerika maupun Inggris. Dokumen yang berjudul "Eksekusi terhadap orang Yahudi oleh Einsatzgruppen A" dan diberi stempel "Urusan Rahasia Reich," ini menunjukkan jumlah orang Yahudi yang dieksekusi (diberi tanda peti mati) di negara-negara Baltik dan Belorusia pada akhir tahun 1941. Pada bagian bawahnya tertulis "diperkirakan jumlah orang Yahudi yang masih tersisa [adalah] 128.000 orang."

    Peta berjudul "Eksekusi terhadap Kaum Yahudi oleh Einsatzgruppen A"
  • Pisau buatan Yona Wygocka Dickmann

    Artefak

    Yona Wygocka Dickmann membuat pisau lipat besar ini dari aluminium dan dari bagian sebuah gergaji setelah SS memindahkannya dari Auschwitz ke kamp kerja paksa di pabrik pesawat udara di Freiburg, Jerman, pada bulan November 1944. Dia menggunakan pisau ini untuk memperpanjang jatah roti hariannya dengan memotongnya menjadi dua bagian.

    Tag: kamp-kamp
    Pisau buatan Yona Wygocka Dickmann
  • Poster pemilu

    Artefak

    Poster pemilu ini mengimbau warga Jerman untuk memilih calon-calon anggota parlemen pilihan Hitler untuk duduk di Reichstag (parlemen Jerman). Poster tersebut menguraikan tindakan-tindakan Hitler dan sebagiannya bertuliskan: "Dalam 8 bulan dua perempat juta orang Jerman kembali punya pekerjaan dan roti! Peperangan antarkelas dan partai-partai terkait telah dituntaskan! Kalangan Bolshevik telah diremukkan. Partikularisme telah diatasi! Suatu Reich yang tertib dan bersih telah dibangun. Satu Bangsa. Satu Reich. Satu Pemimpin. Inilah yang telah dicapai Hitler..."

    Poster pemilu
  • Rok kamp konsentrasi milik Hana Mueller

    Artefak

    Hana Mueller mengubah rok ini yang dikeluarkan untuknya dalam kamp konsentrasi Auschwitz pada tahun 1944 dengan menggunakan hem untuk membuat kantong.

    Tag: Auschwitz
    Rok kamp konsentrasi milik Hana Mueller
  • Rok wanita Romani (Gipsi)

    Artefak

    Rok katun dan tafeta ini dibuat pada tahun 1920an, dan dimiliki oleh seorang wanita Romani (Gipsi) yang dilahirkan di Frankfurt, Jerman, dan tinggal di Jerman sebelum perang. Dia ditahan oleh Nazi dan diinternir di kamp Auschwitz, Ravensbrueck, Mauthausen, dan Bergen-Belsen. Dia meninggal dunia dalam kamp Bergen-Belsen pada bulan Maret 1945, tidak lama sebelum pembebasan kamp ini. Suami beserta dua dari keenam anaknya juga dibunuh dalam kamp tersebut.

    Rok wanita Romani (Gipsi)
  • Sampul Laporan Stroop

    Artefak

    Mayor Jenderal SS Juergen Stroop, komandan tentara Jerman yang menumpas pemberontakan di ghetto Warsawa, membuat kompilasi album foto dan barang lainnya. Album ini, kemudian dikenal dengan nama "Laporan Stroop," diajukan sebagai bukti dalam Mahkamah Militer Internasional (IMT) di Nuremberg. Di sini, sampulnya ditandai dengan cap barang bukti IMT.

    Sampul Laporan Stroop
  • Sampul, program Mahkamah Militer Internasional

    Artefak

    Sampul salinan buklet program yang dibagikan di Mahkamah Militer Internasional di Nuremberg.

    Sampul, program Mahkamah Militer Internasional
  • Sepatu bot yang diberikan kepada Jacob Polak oleh Palang Merah

    Artefak

    Korban kamp yang selamat tidak memiliki barang kepemilikan yang bersifat dasar sekalipun, seperti alas kaki. Palang Merah memberikan sepatu bot Angkatan Darat Amerika Serikat ini kepada Jacob Polak pada bulan Juni atau Juli 1945 setelah pemulangannya kembali ke Belanda.

    Sepatu bot yang diberikan kepada Jacob Polak oleh Palang Merah
  • Sisipan untuk tentara Amerika yang diterbitkan di "Newsmap for the Armed Forces"

    Artefak

    Sebuah sisipan telah dipersiapkan untuk tentara Amerika. Diagram ini, yang diterbitkan dalam edisi luar negeri "Newsmap for the Armed Forces", menjelaskan dakwaan terhadap para terdakwa Nuremberg. 1945.

    Sisipan untuk tentara Amerika yang diterbitkan di "Newsmap for the Armed Forces"
  • Sisir yang dibuat oleh Yona Wygocka Dickmann

    Artefak

    Yona Wygocka Dickmann membuat sisir aluminium dari komponen pesawat setelah SS memindahkannya dari Auschwitz ke kamp kerja paksa di sebuah perusahaan pesawat di Freiburg, Jerman, pada bulan November 1944. Dia menggunakan sisir tersebut saat rambutnya, yang dicukur di Auschwitz, mulai tumbuh kembali.

    Sisir yang dibuat oleh Yona Wygocka Dickmann
  • Tanda larangan masuk bagi orang-orang Yahudi di tempat-tempat umum

    Artefak

    Tanda larangan masuk bagi orang-orang Yahudi, seperti yang ditunjukkan di sini, dipasang di tempat-tempat umum (termasuk taman, bioskop, teater, dan restoran) di seluruh Nazi Jerman. Tanda berbahasa Jerman ini berbunyi: "Orang Yahudi tidak diinginkan di sini."

    Tanda larangan masuk bagi orang-orang Yahudi di tempat-tempat umum
  • The Times, 17 Agustus 1921

    Artefak

    Dalam artikel London Times ini, wartawan Philip Graves membandingkan bagian dari karya Maurice Joly, yaitu Dialouge in Hell Between Machiavelli and Montesquieu (1864) secara berdampingan dengan Protokol Tetua Zion untuk membuktikan bahwa Protokol tersebut telah dijiplak. Investigasi lainnya mengungkap bahwa satu bab dari sebuah novel Prusia karya Hermann Goedsche, Biarritz (1868), turut "mengilhami" Protokol tersebut. Times (London), 17 Agustus 1921.

    The Times, 17 Agustus 1921
  • The Times, 17 Agustus 1921

    Artefak

    Dalam artikel Times London ini, wartawan Philip Graves membandingkan bagian dari karya Maurice Joly, yaitu Dialouge in Hell Between Machiavelli and Montesquieu (1864) secara berdampingan dengan Protokol Tetua Zion untuk membuktikan bahwa Protokol tersebut telah dijiplak. Investigasi lainnya mengungkap bahwa satu bab dari sebuah novel Prusia karya Hermann Goedsche, Biarritz (1868), turut "mengilhami" Protokol tersebut. Times (London), 17 Agustus 1921.

    The Times, 17 Agustus 1921
  • The Times, 17 Agustus 1921

    Artefak

    Dalam artikel Times London ini, wartawan Philip Graves membandingkan bagian dari karya Maurice Joly, yaitu Dialouge in Hell Between Machiavelli and Montesquieu (1864) secara berdampingan dengan Protokol Tetua Zion untuk membuktikan bahwa Protokol tersebut telah dijiplak. Investigasi lainnya mengungkap bahwa satu bab dari sebuah novel Prusia karya Hermann Goedsche, Biarritz (1868), turut "mengilhami" Protokol tersebut. Times (London), 17 Agustus 1921.

    The Times, 17 Agustus 1921
  • The Times, 17 Agustus 1921

    Artefak

    Dalam artikel Times London ini, wartawan Philip Graves membandingkan bagian dari karya Maurice Joly, yaitu Dialouge in Hell Between Machiavelli and Montesquieu (1864) secara berdampingan dengan Protokol Tetua Zion untuk membuktikan bahwa Protokol tersebut telah dijiplak. Investigasi lainnya mengungkap bahwa satu bab dari sebuah novel Prusia karya Hermann Goedsche, Biarritz (1868), turut "mengilhami" Protokol tersebut. Times (London), 17 Agustus 1921.

    The Times, 17 Agustus 1921
  • The Times, 17 Agustus 1921

    Artefak

    Dalam artikel Times London ini, wartawan Philip Graves membandingkan bagian dari karya Maurice Joly, yaitu Dialouge in Hell Between Machiavelli and Montesquieu (1864) secara berdampingan dengan Protokol Tetua Zion untuk membuktikan bahwa Protokol tersebut telah dijiplak. Investigasi lainnya mengungkap bahwa satu bab dari sebuah novel Prusia karya Hermann Goedsche, Biarritz (1868), turut "mengilhami" Protokol tersebut. Times (London), 17 Agustus 1921.

    The Times, 17 Agustus 1921
  • Topi kamp konsentrasi milik Karel Bruml

    Artefak

    Setelah dideportasi dari Theresienstadt ke kamp konsentrasi Auschwitz pada tahun 1942, Karel Bruml mengenakan topi ini sebagai pekerja paksa di pabrik karet sintetis Buna yang terletak di seksi Buna-Monowitz pada kamp tersebut.

    Topi kamp konsentrasi milik Karel Bruml

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.