Category: Film

Clear All
  • Kamp Pengungsi di Austria

    Potongan Film Historis

    Setelah Perang Dunia II berakhir, Sekutu mengembalikan jutaan orang pengungsi ke negara asal mereka. Akan tetapi ratusan ribu orang, termasuk 250.000 lebih pengungsi Yahudi, tidak dapat atau tidak mau kembali. Sebagian besar pengungsi lebih memilih meninggalkan Eropa menuju Palestina atau Amerika Serikat. Badan Bantuan dan Rehabilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRRA) menampung mereka di kamp-kamp yang diduduki Jerman dan Austria sampai mereka direlokasi kembali. Di sini, para pengungsi Yahudi membesarkan anak-anak mereka di kamp-kamp, mempersiapkan mereka untuk emigrasi akhir ke Palestina.

    Kamp Pengungsi di Austria
  • Kecaman Keras AS terhadap Kristallnacht

    Potongan Film Historis

    Pada 9 November 1938, Nazi menggelar pogrom nasional terhadap kaum Yahudi. Di dalam pogrom tersebut, yang dikenal dengan istilah "Kristallnacht" ("Malam Kaca Pecah"), pasukan Storm Troopers (SA) menghancurkan ribuan bisnis milik Yahudi dan ratusan sinagoge. Hampir 100 orang Yahudi terbunuh dalam peristiwa tersebut. Rekaman berikut memperlihatkan kejadian rapat umum untuk protes di Kota New York. Rabbi Stephen S. Wise menyuarakan kemarahan komunitas Yahudi Amerika. Sebagai bagian dari protes resmi pemerintah Amerika Serikat terhadap kekerasan, Presiden Franklin D. Roosevelt menarik duta besar Amerika dari Jerman.

    Kecaman Keras AS terhadap Kristallnacht
  • Kehidupan sehari-hari dalam ghetto Warsawa

    Potongan Film Historis

    Sebuah jembatan menghubungkan area-area di dalam Ghetto Warsawa untuk mencegah orang Yahudi memasuki jalan-jalan yang bukan bagian dari ghetto. Sebelum ghetto ini ditutup, beberapa pintu masuk dan keluar memiliki pos-pos pemeriksaan. Beberapa bulan pertama di dalam ghetto, hidup tampak seperti normal-normal saja, namun tak lama kemudian kekurangan bahan makanan dan tak memadainya tempat bernaung mulai memakan korban.

    Tag: Ghetto
    Kehidupan sehari-hari dalam ghetto Warsawa
  • Kejatuhan Warsawa

    Potongan Film Historis

    Pasukan Jerman mencapai sebagian wilayah Warsawa pada tanggal 8 dan 9 September 1939. Saat pengepungan Warsawa oleh Jerman, kota tersebut mengalami kerusakan hebat karena serangan udara dan tembakan meriam artileri. Warsawa menyerah pada tanggal 28 September. Terlihat di sini, pasukan Jerman menguasai Warsawa. Rekaman ini berasal dari "Tale of a City," sebuah film yang dibuat oleh unit film rahasia Polandia.

    Kejatuhan Warsawa
  • Kejuaraan Olimpiade di Berlin

    Potongan Film Historis

    Pertandingan Olimpiade Musim Panas tahun 1936 diselenggarakan di Berlin. Selama dua minggu, Adolf Hitler menutupi agenda antisemitisme dan penjajahannya selama menjadi tuan rumah pertandingan tersebut. Berharap menanamkan kesan baik di benak banyak pengunjung asing yang berada di Jerman untuk menyaksikan pertandingan tersebut, Hitler untuk sejenak mengizinkan penurunan intensitas aktivitas anti-Yahudi (termasuk menyingkirkan tanda-tanda pelarangan orang Yahudi di tempat-tempat umum). Pertandingan tersebut merupakan keberhasilan yang sangat besar untuk propaganda Nazi. Mereka menyajikan gambaran Jerman yang damai dan toleran kepada para penonton asing. Pada Pertandingan tahun 1936 itu juga terlihat pengenalan estafet obor Olimpiade, yaitu dibawanya obor yang menyala dari Olympia ke tempat tuan rumah Pertandingan Olimpiade. Rekaman berikut memperlihatkan pengenalan ritual baru ini, saat pembawa obor membawa obor Olimpiade ke stadion. Ratusan atlet dalam semarak pakaian khusus mereka di hari pembukaan berbaris memasuki stadion, tim demi tim, berurutan secara alfabetis. Adolf Hitler memimpin acara pembukaan pertandingan tersebut.

    Kejuaraan Olimpiade di Berlin
  • Konferensi Evian gagal membantu para pengungsi

    Potongan Film Historis

    Delegasi dari 32 negara berkumpul di Royal Hotel di Evian, Prancis, dari tanggal 6 hingga 15 Juli 1938, untuk membahas permasalahan pengungsi Yahudi. Para pengungsi tersebut sudah tidak tahan untuk melarikan diri dari penganiayaan Nazi di Jerman, tetapi mereka tidak bisa pergi tanpa adanya izin untuk menetap di negara lain. Konferensi Evian tersebut hampir tidak menghasilkan perubahan apa pun dalam kebijakan imigrasi di sebagian besar negara yang menghadirinya. Negara-negara besar--Amerika Serikat, Britania Raya, dan Prancis--menentang imigrasi yang tak dibatasi, yang memperjelas bahwa mereka tidak punya niat untuk mengambil tindakan resmi apa pun guna meringankan masalah pengungsi Yahudi-Jerman.

    Konferensi Evian gagal membantu para pengungsi
  • Para Pengungsi Menuju Amerika Serikat

    Potongan Film Historis

    Pada akhir Perang Dunia II, pasukan Sekutu di Eropa memulangkan jutaan pengungsi dari Jerman. 1,5 sampai 2 juta pengungsi yang tersisa — baik orang Yahudi maupun non-Yahudi — ditolak atau tidak dapat kembali ke rumah mereka sebelum perang. Pembatasan imigrasi menghalangi masuknya sejumlah besar pengungsi tersebut ke negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Mereka tetap tinggal di wilayah Jerman yang diduduki sampai mereka mampu mengurus kepindahan ke negara lain. Dalam rekaman ini, yang difilmkan lebih dari empat tahun setelah perang, para pengungsi di Munich mengemasi barang-barang mereka dan menaiki pesawat AS untuk pergi ke Amerika Serikat.

    Para Pengungsi Menuju Amerika Serikat
  • Para pengungsi Yahudi menyeberang ke Italia

    Potongan Film Historis

    Pergerakan pascaperang dari sekitar 250.000 pengungsi, terutama korban Yahudi dari Eropa timur yang berhasil selamat, ke kamp-kamp pengungsian dan ke Barat, dengan tujuan mencapai wilayah Palestina, dikenal dengan istilah "Brihah" ("melarikan diri"). Di sini, pengungsi Yahudi secara ilegal menyeberang ke Italia, mungkin untuk menyewa kapal yang dipakai berlayar ke Palestina. Inggris membatasi imigrasi orang Yahudi ke Palestina dan mendeportasi imigran "ilegal" ke kamp-kamp tahanan di Siprus.

    Para pengungsi Yahudi menyeberang ke Italia
  • Para terdakwa di kursinya

    Potongan Film Historis

    Para terdakwa Mahkamah Militer Internasional di kursinya di Nuremberg.

    Para terdakwa di kursinya
  • Parade memorial menyerukan penyelamatan terhadap kaum Yahudi Eropa

    Potongan Film Historis

    Setelah kabar tentang pembantaian kaum Yahudi Eropa oleh Nazi sampai ke Amerika, pemerintahan Roosevelt mendapat tekanan untuk membantu kaum Yahudi Eropa. Guna mendorong tindakan tersebut, dramawan Ben Hecht menyiapkan sebuah memorial bagi korban Yahudi akibat penindasan Nazi, "We Will Never Die" (Kami Tidak Akan Pernah Mati). Parade tersebut, yang didukung oleh Grup Bergson Revisionis Zionis, merupakan bagian dari demonstrasi massal di Madison Square Garden di Kota New York. Aktivitas ini yang di kemudian hari juga terlihat di kota-kota AS lainnya, merupakan bagian dari upaya Grup Bergson untuk menekan Washington agar mengambil tindakan pasti guna menyelamatkan kaum Yahudi Eropa yang masih tersisa.

    Parade memorial menyerukan penyelamatan terhadap kaum Yahudi Eropa

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.