Category: Oral History

Clear All
  • Suse Gruenbaum Schwarz menggambarkan masa persiapan dan persembunyian saat Nazi melancarkan serangan

    Sejarah Pribadi

    Keluarga Suse pindah ke Belanda pada tahun 1933. Setelah menginvasi Belanda pada tahun 1940, Jerman mulai memberlakukan kebijakan anti-Yahudi. Sejak tahun 1942, Suse tidak dapat bersekolah. Pada tahun 1943, keluarga ini bersembunyi, Suse dan ibunya bersembunyi di satu kebun dan ayahnya di kebun lain. Kemudian, ayahnya dan keluarga lain ikut bersembunyi bersama Suse. Mereka akhirnya dibebaskan pada tahun 1945. Suse pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Suse Gruenbaum Schwarz menggambarkan masa persiapan dan persembunyian saat Nazi melancarkan serangan
  • Theresia Seible dan Rita Prigmore bercerita tentang riset mengenai anak kembar

    Sejarah Pribadi

    Theresia Seible, seorang ibu Gipsi dengan bayi kembar yang dilahirkan di bawah pengawasan dokter Nazi, dan si kembar Rita Prigmore menceritakan tentang riset mengenai anak kembar.

    [Photo credits: Getty Images, New York City; Yad Vashem, Jerusalem; Max-Planck-Institut für Psychiatrie (Deutsche Forschungsanstalt für Psychiatrie), Historisches Archiv, Bildersammlung GDA, Munich; Bundesarchiv Koblenz, Germany; Dokumentationsarchiv des österreichischen Widerstandes, Vienna; Kriemhild Synder: Die Landesheilanstalt Uchtspringe und ihre Verstrickung in nationalsozialistische Verbrechen; HHStAW Abt. 461, Nr. 32442/12; Privat Collection L. Orth, APG Bonn.]

    Theresia Seible dan Rita Prigmore bercerita tentang riset mengenai anak kembar
  • Thomas Buergenthal menceritakan pembebasan kamp Sachsenhausen

    Sejarah Pribadi

    Keluarga Thomas pindah ke Zilina pada tahun 1938. Ketika Pengawal Hlinka Slovakia semakin semena-mena terhadap kaum Yahudi, keluarga tersebut memutuskan untuk pergi. Thomas dan keluarganya akhirnya memasuki Polandia, tetapi invasi Jerman pada bulan September 1939 membuat mereka tidak bisa pergi menuju Inggris Raya. Keluarga tersebut berakhir di Kielce, di mana sebuah ghetto telah didirikan pada bulan April 1941. Ketika ghetto Kielce dibubarkan pada bulan Agustus 1942, Thomas dan keluarganya menghindar dari deportasi ke Treblinka yang terjadi pada bulan yang sama. Alih-alih mereka dikirim ke sebuah kamp kerja paksa. Dia dan kedua orang tuanya dideportasi ke Auschwitz pada bulan Agustus 1944. Saat pasukan Soviet mendekat pada bulan Januari 1945, Thomas dan para tahanan lainnya dipaksa melakukan mars kematian dari Auschwitz. Dia dikirim ke kamp Sachsenhausen di Jerman. Setelah pembebasan kamp Sachsenhausen oleh Soviet pada bulan April 1945, Thomas ditempatkan di panti asuhan. Kerabatnya berhasil menemukannya, dan dia dipertemukan kembali dengan ibunya di Goettingen. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1951.

    Thomas Buergenthal menceritakan pembebasan kamp Sachsenhausen
  • Thomas Buergenthal bercerita tentang kamp kerja paksa di Kielce

    Sejarah Pribadi

    Keluarga Thomas pindah ke Zilina pada tahun 1938. Ketika Pengawal Hlinka Slovakia semakin semena-mena terhadap kaum Yahudi, keluarga tersebut memutuskan untuk pergi. Thomas dan keluarganya akhirnya memasuki Polandia, tetapi invasi Jerman pada bulan September 1939 membuat mereka tidak bisa pergi menuju Inggris Raya. Keluarga tersebut berakhir di Kielce, di mana sebuah ghetto telah didirikan pada bulan April 1941. Ketika ghetto Kielce dibubarkan pada bulan Agustus 1942, Thomas dan keluarganya menghindar dari deportasi ke Treblinka yang terjadi pada bulan yang sama. Alih-alih mereka dikirim ke sebuah kamp kerja paksa. Dia dan kedua orang tuanya dideportasi ke Auschwitz pada bulan Agustus 1944. Saat pasukan Soviet mendekat pada bulan Januari 1945, Thomas dan para tahanan lainnya dipaksa melakukan mars kematian dari Auschwitz. Dia dikirim ke kamp Sachsenhausen di Jerman. Setelah pembebasan kamp Sachsenhausen oleh Soviet pada bulan April 1945, Thomas ditempatkan di panti asuhan. Kerabatnya berhasil menemukannya, dan dia dipertemukan kembali dengan ibunya di Goettingen. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1951.

    Thomas Buergenthal bercerita tentang kamp kerja paksa di Kielce
  • Thomas Buergenthal menceritakan kesulitan yang dialami saat migrasi pascaperang

    Sejarah Pribadi

    Keluarga Thomas pindah ke Zilina pada tahun 1938. Ketika Garda Slovak Hlinka semakin meningkatkan intimidasinya terhadap warga Yahudi, keluarga ini memutuskan untuk pindah. Thomas dan keluarganya akhirnya memasuki Polandia, tetapi invasi Jerman pada bulan September 1939 membuat mereka tidak bisa berangkat menuju Britania Raya. Keluarga tersebut terhenti di Kielce, di mana sebuah ghetto dibangun pada April 1941. Ketika ghetto Kielce dibubarkan pada Agustus 1942, Thomas dan keluarganya menghindar dari deportasi ke Treblinka yang berlangsung pada bulan yang sama. Mereka, alih-alih, dikirim ke kamp kerja paksa. Thomas dan orangtuanya dideportasi ke Auschwitz pada Agustus 1944. Ketika pasukan Soviet merangsek maju pada Januari 1945, Thomas dan para tahanan lainnya dipaksa melakukan mars kematian dari Auschwitz. Ia dikirim ke kamp Sachsenhausen di Jerman. Setelah pembebasan kamp Sachsenhausen oleh Soviet pada April 1945, Thomas ditempatkan di panti asuhan. Saudaranya berhasil menemukan Thomas, dan ia dapat berkumpul kembali dengan ibunya di Goettingen. Ia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1951.

    Thomas Buergenthal menceritakan kesulitan yang dialami saat migrasi pascaperang
  • Tomasz (Toivi) Blatt menggambarkan operasi pembunuhan dengan gas di pusat pembantaian Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Tomasz dilahirkan dalam keluarga Yahudi yang tinggal di Izbica. Setelah perang meletus pada bulan September 1939, Jerman membangun sebuah ghetto di Izbica. Dengan bekerja di garasi, Tomasz pada mulanya dapat terlindung dari razia di dalam ghetto. Pada tahun 1942 dia berusaha melarikan diri ke Hungaria, dengan menggunakan dokumen palsu. Dia tertangkap tapi berhasil kembali ke Izbica. Pada bulan April 1943 dia dan keluarganya dideportasi ke Sobibor. Tomasz berhasil melarikan diri pada saat pemberontakan Sobibor. Dia bersembunyi dan bekerja sebagai kurir di gerakan bawah tanah Polandia.

    Tomasz (Toivi) Blatt menggambarkan operasi pembunuhan dengan gas di pusat pembantaian Sobibor
  • Tove Schoenbaum Bamberger bercerita tentang pelarian ke Swedia

    Sejarah Pribadi

    Jerman menduduki Denmark pada bulan April 1940. Pemerintah Denmark tetap eksis dan mampu melindungi kaum Yahudi di Denmark dari kebijakan-kebijakan anti-Yahudi. Namun, pada akhir Agustus 1943, pemerintah Denmark mundur setelah menolak tunduk terhadap tuntutan-tuntutan baru Jerman. Pada awal Oktober 1943, kepolisian Jerman mulai menangkap orang-orang Yahudi. Tove dan keluarganya memutuskan untuk melarikan diri. Mereka bertolak ke perkampungan nelayan Snekkersten, dan dari sana mereka berhasil berlayar ke tempat aman di Swedia. Tove kembali ke Denmark pada tahun 1945.

    Tove Schoenbaum Bamberger bercerita tentang pelarian ke Swedia
  • Vladka (Fagele) Peltel Meed menceritakan pendeportasian Ibu dan saudara laki-lakinya dari ghetto Warsawa ke Treblinka

    Sejarah Pribadi

    Vladka tergabung di dalam gerakan pemuda Zukunft di Bund (partai Sosialis Yahudi). Dia aktif di gerakan bawah tanah ghetto Warsawa sebagai anggota Organisasi Tempur Yahudi (ZOB). Pada Desember 1942, dia diselundupkan keluar ke Aryan, sisi Polandia Warsawa untuk mencoba mendapatkan senjata dan mencari tempat persembunyian bagi anak-anak dan orang dewasa. Dia menjadi kurir aktif untuk gerakan bawah tanah Yahudi dan bagi orang Yahudi di dalam kamp, hutan, dan ghetto lainnya.

    Tag: Deportasi
    Vladka (Fagele) Peltel Meed  menceritakan pendeportasian Ibu dan saudara laki-lakinya dari ghetto Warsawa ke Treblinka
  • Vladka (Fagele) Peltel Meed bercerita tentang pembakaran ghetto Warsawa yang disaksikannya dari bangunan di luar ghetto

    Sejarah Pribadi

    Vladka tergabung di dalam gerakan pemuda Zukunft di Bund (partai Sosialis Yahudi). Dia aktif di gerakan bawah tanah ghetto Warsawa sebagai anggota Organisasi Tempur Yahudi (ZOB). Pada Desember 1942, dia diselundupkan keluar ke Aryan, sisi Polandia Warsawa untuk mencoba mendapatkan senjata dan mencari tempat persembunyian bagi anak-anak dan orang dewasa. Dia menjadi kurir aktif untuk gerakan bawah tanah Yahudi dan bagi orang Yahudi di dalam kamp, hutan, dan ghetto lainnya.

    Vladka (Fagele) Peltel Meed bercerita tentang pembakaran ghetto Warsawa yang disaksikannya dari bangunan di luar ghetto
  • Vladka (Fagele) Peltel Meed menceritakan reaksi pasca pemberontakan ghetto Warsawa

    Sejarah Pribadi

    Vladka tergabung dalam gerakan pemuda Zukunft di bawah Bund (partai Sosialis Yahudi). Dia aktif dalam gerakan bawah tanah ghetto Warsawa sebagai anggota Organisasi Tempur Yahudi (ZOB). Pada bulan Desember 1942, dia diselundupkan keluar ke Aryan, sisi Polandia dari Warsawa dalam upaya untuk mendapatkan senjata dan untuk mencari tempat persembunyian bagi anak-anak dan orang dewasa. Dia menjadi kurir yang aktif untuk gerakan bawah tanah Yahudi dan bagi orang-orang Yahudi di dalam kamp, di hutan, dan ghetto lainnya.

    Vladka (Fagele) Peltel Meed menceritakan reaksi pasca pemberontakan ghetto Warsawa

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.