Category: Oral History

Clear All
  • Bella Jakubowicz Tovey menceritakan penyitaan properti keluarganya

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu pun diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Di akhir tahun 1942, keluarganya dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada April 1945, dan beremigrasi ke A.S. pada tahun 1946.

    Bella Jakubowicz Tovey menceritakan penyitaan properti keluarganya
  • Bella Jakubowicz Tovey menggambarkan kunjungan seorang serdadu Inggris saat ia dirawat di rumah sakit di Bergen-Belsen pascapembebasan

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Pada akhir tahun 1942 keluarga tersebut dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada bulan April 1945.

    Bella Jakubowicz Tovey menggambarkan kunjungan seorang serdadu Inggris saat ia dirawat di rumah sakit di Bergen-Belsen pascapembebasan
  • Benjamin (Ben) Meed menceritakan kondisi di Warsawa setelah pendudukan Jerman pada 1939, dan pengalaman antisemitisme pertamanya

    Sejarah Pribadi

    Ben adalah seorang anak dari empat bersaudara yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Setelah Jerman menduduki Warsawa, Ben memutuskan untuk melarikan diri ke timur Polandia yang diduduki Soviet. Namun, dia kemudian memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan selanjutnya ke ghetto Warsawa. Ben kemudian ditugaskan untuk bekerja di suatu kelompok kecil di luar ghetto, dan membantu menyelundupkan orang-orang keluar dari ghetto--termasuk Vladka (Fagele) Peltel, seorang anggota Organisasi Tempur Yahudi atau Jewish Fighting Organization (ZOB), yang di kemudian hari menjadi istrinya. Selanjutnya dia bersembunyi di luar ghetto dan menyamar sebagai warga Polandia non-Yahudi. Selama pemberontakan ghetto Warsawa pada tahun 1943, Ben bekerja dengan anggota bawah tanah lainnya untuk menyelamatkan para pejuang ghetto, dengan membawa mereka keluar melalui gorong-gorong dan menyembunyikan mereka di sisi "Arya" di Warsawa. Setelah pemberontakan tersebut, Ben melarikan diri dari Warsawa dengan menyamar sebagai orang non-Yahudi. Setelah pembebasan, dia dipertemukan kembali dengan ayah, ibu, dan adik perempuannya.

    Benjamin (Ben) Meed menceritakan kondisi di Warsawa setelah pendudukan Jerman pada 1939, dan pengalaman antisemitisme pertamanya
  • Benjamin (Ben) Meed menceritakan pembakaran ghetto Warsawa saat pemberontakan ghetto pada 1943

    Sejarah Pribadi

    Ben adalah seorang anak dari empat bersaudara yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Setelah Jerman menduduki Warsawa, Ben memutuskan untuk melarikan diri ke timur Polandia yang diduduki Soviet. Namun, dia kemudian memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan selanjutnya ke ghetto Warsawa. Ben kemudian ditugaskan untuk bekerja di suatu kelompok kecil di luar ghetto, dan membantu menyelundupkan orang-orang keluar dari ghetto--termasuk Vladka (Fagele) Peltel, seorang anggota Organisasi Tempur Yahudi atau Jewish Fighting Organization (ZOB), yang di kemudian hari menjadi istrinya. Selanjutnya dia bersembunyi di luar ghetto dan menyamar sebagai warga Polandia non-Yahudi. Selama pemberontakan ghetto Warsawa pada tahun 1943, Ben bekerja dengan anggota bawah tanah lainnya untuk menyelamatkan para pejuang ghetto, dengan membawa mereka keluar melalui gorong-gorong dan menyembunyikan mereka di sisi "Arya" di Warsawa. Setelah pemberontakan tersebut, Ben melarikan diri dari Warsawa dengan menyamar sebagai orang non-Yahudi. Setelah pembebasan, dia dipertemukan kembali dengan ayah, ibu, dan adik perempuannya.

    Benjamin (Ben) Meed menceritakan pembakaran ghetto Warsawa saat pemberontakan ghetto pada 1943
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menjelaskan pengumpulan bukti-bukti untuk mendakwa tertuduh penjahat perang

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard, di mana dia belajar ilmu hukum pidana. Ben lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Dia bergabung dengan batalion artileri anti-pesawat A.S. yang berlatih dalam persiapan invasi sekutu ke Eropa barat. Setelah Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindah ke bidang investigasi kejahatan perang dalam Angkatan Darat A.S. Dia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Dia akhirnya menjadi kepala jaksa penuntut A.S. dalam Kasus Einsatzgruppen dalam Pengadilan Nuremberg Lanjutan .

    Benjamin (Beryl) Ferencz menjelaskan pengumpulan bukti-bukti untuk mendakwa tertuduh penjahat perang
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan bukti yang dikumpulkan di kamp Mauthausen

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat ia masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard mempelajari ilmu hukum pidana. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Ben bergabung dengan batalion artileri pertahanan udara AS yang waktu itu sedang berlatih dalam persiapan invasi Sekutu ke Eropa barat. Pada akhir Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindahkan ke bidang investigasi kejahatan perang di Angkatan Darat AS. Ia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Ia pada akhirnya menjabat sebagai kepala jaksa penuntut AS dalam Kasus Einsatzgruppen pada Lanjutan Pengadilan Nuremberg.

    Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan bukti yang dikumpulkan di kamp Mauthausen
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan investigasi awal kejahatan perang

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat ia masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard mempelajari ilmu hukum pidana. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Ben bergabung dengan batalion artileri pertahanan udara AS yang waktu itu sedang berlatih dalam persiapan invasi Sekutu ke Eropa barat. Pada akhir Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindahkan ke bidang investigasi kejahatan perang di Angkatan Darat AS. Ia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Ia pada akhirnya menjabat sebagai kepala jaksa penuntut AS dalam Kasus Einsatzgruppen pada Lanjutan Pengadilan Nuremberg.

    Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan investigasi awal kejahatan perang
  • Beno Helmer menggambarkan kondisi di ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Sebagai laki-laki muda, Beno memanfaatkan keterampilan berbahasa asingnya untuk memperoleh peran-peran kecil di dalam film. Dia dan keluarganya dideportasi ke ghetto Lodz, di mana mereka sehari-hari harus berjuang untuk mencari makanan. Di gerakan bawah tanah, Beno menjadi ahli dalam menganjlokkan kereta api. Keluarga itu dikirim ke Auschwitz dan di sana mereka dipisahkan. Semuanya tewas, kecuali Beno dan satu saudara perempuannya, yang ditemukannya kembali setelah perang. Beno selamat dari serangkaian kamp dan di kemudian hari dia membantu melacak para penjahat perang.

    Tag: Ghetto
    Beno Helmer menggambarkan kondisi di ghetto Lodz
  • Blanka Rothschild menceritakan kedatangan di kamp Ravensbrueck

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman atas Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian ke mana-mana. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka tinggal di dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di sebuah pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya pun dikirim ke kamp lain. Pasukan Soviet membebaskan Blanka pada musim semi 1945. Blanka, yang tinggal di rumah-rumah kosong, kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun saudaranya, termasuk ibunya, yang berhasil selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, dan akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Blanka Rothschild menceritakan kedatangan di kamp Ravensbrueck
  • Blanka Rothschild menggambarkan peran kebersamaan dan persahabatan dalam bertahan hidup di ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah anak tunggal dari sebuah keluarga harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman ke Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka berada dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya dikirim ke kamp lain. Tentara Soviet membebaskan Blanka pada musim semi tahun 1945. Karena tinggal di rumah kosong, Blanka melarikan diri kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun dari saudaranya, termasuk ibunya, yang selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan untuk orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Tag: Ghetto
    Blanka Rothschild menggambarkan peran kebersamaan dan persahabatan dalam bertahan hidup di ghetto Lodz

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.