Category: Oral History

Clear All
  • Esther Raab menceritakan rencana pemberontakan di Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Esther lahir dalam keluarga Yahudi kelas menengah di Chelm, Polandia. Pada Desember 1942, ia dideportasi dari kamp pekerja ke pusat pembantaian Sobibor di wilayah Polandia yang diduduki Jerman. Setibanya di Sobibor, Ester terpilih untuk bekerja di sebuah gudang penyortiran. Ia menyortir pakaian dan harta-benda milik orang-orang yang dibantai di kamp. Selama musim panas dan musim gugur tahun 1943, Esther termasuk dalam kelompok tahanan di kamp Sobibor yang merencanakan pemberontakan dan pelarian. Leon Feldhendler dan Aleksandr (Sasha) Pechersky merupakan pemimpin kelompok itu. Pemberontakan itu terjadi pada 14 Oktober 1943. Penjaga Jerman dan Ukraina melepaskan tembakan ke para tahanan, yang tidak mampu mencapai gerbang utama dan oleh karenanya harus mencoba melarikan diri melalui ladang ranjau yang terdapat di sekitar kamp; sekitar 300 tahanan berhasil melarikan diri. Lebih dari 100 tahanan di antaranya tertangkap kembali dan ditembak mati. Esther termasuk di antara mereka yang berhasil lolos dan selamat.

    Esther Raab menceritakan rencana pemberontakan di Sobibor
  • Frank Hamburger bercerita tentang kamp Ohrdruf

    Sejarah Pribadi

    Frank F. Hamburger, Jr., dari Columbus, Georgia, tergabung dalam Divisi Infanteri ke-65.

    Frank Hamburger bercerita tentang kamp Ohrdruf
  • Franz Wohlfahrt bercerita tentang penahanan di Graz

    Sejarah Pribadi

    Franz dan keluarganya merupakan pengikut Saksi Yehuwa. Jerman menganeksasi Austria pada tahun 1938. Setelah Perang Dunia II dimulai, Ayah Franz dieksekusi karena, sebagai pengikut Saksi, dia menentang perang. Pada tahun 1940, Franz menolak ikut serta dalam pelatihan militer dan tidak mau memberi hormat kepada bendera Nazi. Dia ditahan, diinterogasi oleh Gestapo (Polisi Rahasia Negara Jerman) di Graz, dan dihukum lima tahun kerja paksa di sebuah kamp di Jerman. Franz dibebaskan oleh pasukan AS pada tahun 1945.

    Franz Wohlfahrt bercerita tentang penahanan di Graz
  • Franz Wohlfahrt menceritakan persidangan dan hukuman yang dijatuhkan kepada ayahnya

    Sejarah Pribadi

    Franz dan keluarganya merupakan Saksi Yehuwa. Jeman mencaplok Austria pada tahun 1938. Setelah Perang Dunia II dimulai, Ayah Franz dieksekusi karena, sebagai Saksi, ia menentang perang. Pada tahun 1940, Franz menolak ikut serta dalam pelatihan militer dan tidak mau memberi hormat kepada bendera Nazi. Ia pun ditahan, diinterogasi oleh Gestapo (Polisi Rahasia Negara Jerman) di Graz, dan dijatuhi hukuman lima tahun kerja paksa di sebuah kamp di Jerman. Franz dibebaskan oleh pasukan AS pada tahun 1945.

    Franz Wohlfahrt menceritakan persidangan dan hukuman yang dijatuhkan kepada ayahnya
  • Frima L. bercerita tentang razia orang Yahudi dalam pembantaian oleh unit pembantai keliling (Einsatzgruppen)

    Sejarah Pribadi

    Saat keluarga Frima ditahan di sebuah ghetto, Nazi memanfatkan ayahnya sebagai interpreter. Ia pun tewas di belakang hari. Dengan berpura-pura sebagai seorang non-Yahudi, Frima, ibu dan saudara perempuannya lolos dari pembantaian massal oleh unit pembantai keliling Jerman. Namun kemudian, mereka diketemukan dan dipenjara. Ibunya kembali mencoba melarikan diri. Ibu dan saudara perempuan Frima menyusup ke Rumania, sementara Frima berkelana mencari tempat yang aman hingga ibunya bisa menyusupkannya ke sana. Di Rumania, mereka bertemu kembali dan bebas.

    Frima L. bercerita tentang razia orang Yahudi dalam pembantaian oleh unit pembantai keliling (Einsatzgruppen)
  • Fritzie Weiss Fritzshall menceritakan proses seleksi di Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Ayah Fritzie beremigrasi ke AS, tetapi pada waktu dia cukup mapan untuk membawa pergi keluarganya, perang pun pecah dan Ibu Fritzie mengkhawatirkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Samudra Atlantis. Fritzie (seorang perempuan), ibunya, dan dua saudara laki-lakinya akhirnya dikirim ke Auschwitz. Ibu dan dua saudara laki-lakinya itu pun tewas. Fritzie selamat dengan cara berpura-pura berusia lebih tua dari usianya yang sebenarnya sehingga dianggap pekerja yang lebih kuat. Dalam mars kematian dari Auschwitz, Fritzie melarikan diri ke dalam hutan tempat dia kemudian dibebaskan.

    Tag: Auschwitz
    Fritzie Weiss Fritzshall menceritakan proses seleksi di Auschwitz
  • Fritzie Weiss Fritzshall menggambarkan mars kematian dari Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Ayah Fritzie beremigrasi ke AS, tetapi pada waktu dia dapat mendatangkan keluarganya, perang telah pecah dan ibu Fritzie mengkhawatirkan akan serangan terhadap kapal-kapal lintas Samudra Atlantis. Fritzie, ibunya, dan dua saudara laki-lakinya akhirnya dikirim ke Auschwitz. Ibu dan dua saudara laki-lakinya gugur. Fritzie selamat dengan cara berpura-pura berlaku lebih tua dari umurnya sebenarnya sehingga dianggap pekerja yang lebih kuat. Dalam mars kematian dari Auschwitz, Fritzie melarikan diri ke dalam hutan di mana kemudian dia dibebaskan.

    Tag: Auschwitz
    Fritzie Weiss Fritzshall menggambarkan mars kematian dari Auschwitz
  • George Salton bercerita tentang pembebasan oleh pasukan Amerika

    Sejarah Pribadi

    George dibebaskan oleh pasukan Amerika pada bulan Mei 1945. Selama perang, ia menghabiskan tiga tahun di 10 kamp konsentrasi yang berbeda. Pada 1945 ia berada di kamp Woebbelin di Jerman. Setelah pembebasan, ia menghabiskan lebih dari dua tahun tinggal di berbagai kamp pengungsian. George berimigrasi ke Amerika Serikat pada bulan Oktober 1947.

    George Salton bercerita tentang pembebasan oleh pasukan Amerika
  • George Salton menceritakan kondisi fisiknya setelah pembebasan

    Sejarah Pribadi

    George dibebaskan oleh pasukan Amerika pada Mei 1945. Selama perang, tiga tahun dihabiskannya di sepuluh kamp konsentrasi yang berbeda. Pada tahun 1945, dia berada di kamp Woebbelin di Jerman. Setelah pembebasan, dua tahun dihabiskannya di berbagai kamp pengungsian. George beremigrasi ke Amerika Serikat pada Oktober 1947.

    George Salton menceritakan kondisi fisiknya setelah pembebasan
  • Gerda Blachmann Wilchfort menceritakan perasaan penumpang kapal "St. Louis" setelah mereka ditolak memasuki Kuba

    Sejarah Pribadi

    Gerda dan orang tuanya mendapatkan visa untuk berlayar ke Kuba dengan menaiki kapal "St. Louis" pada Mei 1939. Ketika kapal mereka tiba di pelabuhan Havana, sebagian besar pengungsi ditolak masuk dan kapal mereka harus kembali ke Eropa. Gerda dan orang tuanya diturunkan di Belgia. Pada Mei 1940, Jerman menyerang Belgia. Gerda dan ibunya melarikan diri ke Swiss. Setelah perang usai, mereka diberi tahu bahwa ayah Gerda tewas selama deportasi.

    Gerda Blachmann Wilchfort menceritakan perasaan penumpang kapal "St. Louis" setelah mereka ditolak memasuki Kuba

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.