Category: Oral History

Clear All
  • Abraham Bomba menggambarkan operasi pembantaian dengan gas di Treblinka

    Sejarah Pribadi

    Abraham dibesarkan di Czestochowa, Polandia, dan bekerja sebagai tukang cukur. Dia dan keluarganya dideportasi dari ghetto Czestochowa ke kamp pembantaian Treblinka pada tahun 1942. Di Treblinka, Abraham dipilih untuk menjadi pekerja paksa. Dia dipaksa mencukur rambut para wanita sebelum mereka dibantai dengan gas, dan dia menyortir kiriman pakaian yang datang. Abraham melarikan diri dari kamp tersebut pada tahun 1943 dan kembali ke Czestochowa. Dia bekerja di dalam kamp pekerja dari bulan Juni 1943 sampai datang pembebasan oleh pasukan Soviet pada tahun 1945.

    Abraham Bomba menggambarkan operasi pembantaian dengan gas di Treblinka
  • Abraham Bomba menggambarkan pemangkasan rambut wanita sebelum mereka dibantai dengan gas di Treblinka

    Sejarah Pribadi

    Abraham dibesarkan di Czestochowa, Polandia, dan bekerja sebagai tukang cukur. Dia dan keluarganya dideportasi dari ghetto Czestochowa ke kamp pembantaian Treblinka pada tahun 1942. Di Treblinka, Abraham dijadikan pekerja paksa. Dia dipaksa mencukur rambut para wanita sebelum mereka dibantai dengan gas, serta diharuskan menyortir kiriman pakaian yang datang. Abraham melarikan diri dari kamp pada tahun 1943 dan kembali ke Czestochowa. Dia bekerja di dalam kamp pekerja dari bulan Juni 1943 sampai datang pembebasan oleh pasukan Soviet pada tahun 1945.

    Abraham Bomba menggambarkan pemangkasan rambut wanita sebelum mereka dibantai dengan gas di Treblinka
  • Abraham Bomba menggambarkan tentang kamar-kamar gas Treblinka

    Sejarah Pribadi

    Abraham dibesarkan di Czestochowa, Polandia, dan bekerja sebagai tukang cukur. Dia dan keluarganya dideportasi dari ghetto Czestochowa ke kamp pembantaian Treblinka pada tahun 1942. Di Treblinka, Abraham dijadikan pekerja paksa. Dia dipaksa mencukur rambut para wanita sebelum mereka dibantai dengan gas, serta diharuskan menyortir kiriman pakaian yang datang. Abraham melarikan diri dari kamp pada tahun 1943 dan kembali ke Czestochowa. Dia bekerja di dalam kamp pekerja dari bulan Juni 1943 sampai datang pembebasan oleh pasukan Soviet pada tahun 1945.

    Abraham Bomba menggambarkan tentang kamar-kamar gas Treblinka
  • Abraham Klausner menceritakan upaya pascaperang untuk menyatukan kembali para korban yang selamat

    Sejarah Pribadi

    Rabi Abraham Klausner merupakan pendeta militer di Angkatan Darat AS. Ia tiba di kamp konsentrasi Dachau pada bulan Mei 1945. Ia bertugas di unit rumah sakit evakuasi ke-116 dan bekerja selama sekitar lima tahun di kamp-kamp pengungsi, membantu orang Yahudi yang selamat.

    Abraham Klausner menceritakan upaya pascaperang untuk menyatukan kembali para korban yang selamat
  • Abraham Lewent menceritakan pengalaman kerja paksa di Warsawa dan meningkatnya antisemitisme di Polandia

    Sejarah Pribadi

    Seperti keluarga Yahudi lainnya, keluarga Lewent juga ditahan di ghetto Warsawa. Pada tahun 1942, saat Abraham bersembunyi di kolong, tentara Jerman menciduk ibu dan saudara perempuannya dalam sebuah razia. Mereka pun akhirnya tewas. Ia dipekerjakan sebagai pekerja paksa di area yang tidak begitu jauh, namun melarikan diri untuk kembali ke tempat ayahnya di ghetto. Pada tahun 1943, mereka berdua dideportasi ke Majdanek, tempat di mana ayah Abraham kemudian tewas. Abraham kemudian dikirim ke Skarzysko, Buchenwald, Schlieben, Bisingen, dan Dachau. Pasukan AS membebaskan Abraham saat Jerman mengevakuasi para tahanan.

    Abraham Lewent menceritakan pengalaman kerja paksa di Warsawa dan meningkatnya antisemitisme di Polandia
  • Abraham Lewent menceritakan saat-saat setelah pembebasannya dari mars kematian dari kamp Dachau

    Sejarah Pribadi

    Seperti kebanyakan orang Yahudi lainnya, keluarga Lewent juga ditahan di ghetto Warsawa. Pada tahun 1942, saat Abraham bersembunyi di kolong, tentara Jerman menciduk ibu dan saudara perempuannya dalam sebuah razia. Mereka pun akhirnya tewas. Ia dipekerjakan sebagai pekerja paksa di area yang tidak begitu jauh, namun ia kemudian melarikan diri untuk kembali ke tempat ayahnya di dalam ghetto. Pada tahun 1943, mereka berdua dideportasi ke Majdanek, tempat di mana ayah Abraham akhirnya tewas. Abraham kemudian dikirim ke Skarzysko, Buchenwald, Schlieben, Bisingen, dan Dachau. Pasukan AS membebaskan Abraham saat Jerman mengevakuasi para tahanan.

    Abraham Lewent menceritakan saat-saat setelah pembebasannya dari mars kematian dari kamp Dachau
  • Abraham Lewent menggambarkan kondisi kelaparan dan kematian di dalam ghetto Warsawa

    Sejarah Pribadi

    Seperti orang Yahudi lainnya, keluarga Lewent juga ditahan di ghetto Warsawa. Pada tahun 1942, saat Abraham bersembunyi di kolong bawah lantai, tentara Jerman membawa ibu dan saudara perempuannya dalam suatu razia. Mereka pun tewas. Dia dipekerjakan sebagai buruh kerja paksa di pabrik terdekat, tetapi kemudian melarikan diri untuk kembali ke ayahnya di dalam ghetto. Pada tahun 1943, mereka berdua dideportasi ke Majdanek, di mana ayah Abraham meninggal dunia. Abraham kemudian dikirim ke Skarzysko, Buchenwald, Schlieben, Bisingen, dan Dachau. Pasukan A.S. kemudian membebaskan Abraham ketika Jerman mengevakuasi para tahanan.

    Tag: Ghetto
    Abraham Lewent menggambarkan kondisi kelaparan dan kematian di dalam ghetto Warsawa
  • Agnes Mandl Adachi Agnes menceritakan aktivitas penyelamatan di tepi Sungai Danube dan peran Raoul Wallenberg

    Sejarah Pribadi

    Agnes tinggal di Swiss pada tahun 1939 untuk belajar bahasa Prancis. Dia kembali ke Budapest pada tahun 1940. Setelah Jerman menduduki Hongaria pada tahun 1944, Agnes mengungsi di kedutaan besar Swedia. Dia kemudian mulai bekerja untuk diplomat Swedia Raoul Wallenberg yang berupaya menyelamatkan warga Yahudi Budapest, termasuk dengan membagi-bagikan kartu perlindungan (Schutzpaesse). Ketika Soviet memasuki Budapest, Agnes memutuskan untuk pergi ke Rumania. Setelah perang usai, dia pergi ke Swedia dan Australia sebelum akhirnya pindah ke A.S.

    Agnes Mandl Adachi Agnes menceritakan aktivitas penyelamatan di tepi Sungai Danube dan peran Raoul Wallenberg
  • Alan Zimm menceritakan pembebasan dari Bergen-Belsen

    Sejarah Pribadi

    Tentara Jerman menduduki Kolo pada tahun 1939. Pada tahun 1942, Alan dideportasi ke ghetto Lodz di mana ia bekerja di bagian pendistribusian makanan. Ia mengambil makanan setiap hari untuk diberikan ke Mordechai Chaim Rumkowski, Ketua Dewan Yahudi. Pada tahun 1944 Alan dipaksa untuk membongkar muatan kereta api berisikan batubara dan amunisi di Czestochowa. Di tahun 1945 ia dikirim ke kamp Dora-Mittelbau. Saat tentara Soviet merangsek maju, para tawanan dipindahkan ke Bergen-Belsen, di mana pasukan Inggris membebaskan mereka pada bulan April.

    Alan Zimm menceritakan pembebasan dari Bergen-Belsen
  • Alice Lok Cahana menceritakan kedatangan di Bergen-Belsen

    Sejarah Pribadi

    Jerman menduduki Hongaria pada tahun 1944. Alice dideportasi ke Auschwitz pada tahun yang sama. Pada suatu ketika dia dipilih untuk dimasukkan ke kamar gas, namun selamat berkat gangguan fungsi. Saat pasukan Sekutu mendekati kamp, Alice dan tawanan lainnya dievakuasi ke kamp pekerja Guben. Alice, saudara perempuannya, dan seorang gadis lain melarikan diri saat mars paksa dari kamp tersebut namun diketemukan dan dikirim ke Bergen-Belsen. Saudara perempuan Alice dibawa ke rumah sakit Palang Merah, namun Alice tidak pernah melihatnya lagi. Setelah perang, Alice berimigrasi ke A.S.

    Alice Lok Cahana menceritakan kedatangan di Bergen-Belsen
  • Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menggambarkan saat-saat bergabung dengan satuan partisan Yahudi Nekama (Pembalasan Dendam) yang dipimpin oleh Josef Glazman di Hutan Naroch

    Sejarah Pribadi

    Lisa merupakan salah satu dari tiga anak yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Menyusul pendudukan Jerman atas kampung halamannya pada tahun 1939, Lisa dan keluarganya pindah pertama kali ke Augustow dan kemudian ke Slonim (di timur Polandia yang diduduki Soviet). Pasukan Jerman merebut Slonim pada bulan Juni 1941, selama invasi ke Uni Soviet. Di Slonim, Jerman mendirikan sebuah ghetto yang berdiri dari tahun 1941 hingga tahun 1942. Lisa akhirnya berhasil melarikan diri dari Slonim, dan pergi pertama kali ke Grodno dan kemudian ke Vilna, di mana dia bergabung dengan gerakan perlawanan. Dia bergabung dengan kelompok partisan, bertempur melawan Jerman dari basis-basis di Hutan Naroch. Pasukan Soviet membebaskan wilayah tersebut pada tahun 1944. Sebagai bagian dari gerakan Brihah ("pelarian diri") dari 250.000 orang Yahudi yang selamat dari Holocaust di timur Eropa, Lisa dan suaminya Aron berusaha meninggalkan Eropa. Tidak bisa memasuki Palestina, mereka akhirnya menetap di Amerika Serikat.

    Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menggambarkan saat-saat bergabung dengan satuan partisan Yahudi Nekama (Pembalasan Dendam) yang dipimpin oleh Josef Glazman di Hutan Naroch
  • Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menggambarkan kegiatan partisan

    Sejarah Pribadi

    Lisa merupakan salah satu dari tiga anak yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Menyusul pendudukan Jerman atas kampung halamannya pada tahun 1939, Lisa dan keluarganya pindah pertama kali ke Augustow dan kemudian ke Slonim (di timur Polandia yang diduduki Soviet). Pasukan Jerman merebut Slonim pada bulan Juni 1941, selama invasi ke Uni Soviet. Di Slonim, Jerman mendirikan sebuah ghetto yang berdiri dari tahun 1941 hingga tahun 1942. Lisa akhirnya berhasil melarikan diri dari Slonim, dan pergi pertama kali ke Grodno dan kemudian ke Vilna, di mana dia bergabung dengan gerakan perlawanan. Dia bergabung dengan kelompok partisan, bertempur melawan Jerman dari basis-basis di Hutan Naroch. Pasukan Soviet membebaskan wilayah tersebut pada tahun 1944. Sebagai bagian dari gerakan Brihah ("pelarian diri") yang terdiri dari 250.000 orang Yahudi yang selamat dari Holocaust di timur Eropa, Lisa dan suaminya Aron berusaha meninggalkan Eropa. Tidak bisa memasuki Palestina, mereka akhirnya menetap di Amerika Serikat.

    Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menggambarkan kegiatan partisan
  • Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menceritakan emigrasi pascaperang dalam gerakan Brihah

    Sejarah Pribadi

    Lisa merupakan seorang anak dari tiga bersaudara yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Setelah pendudukan Jerman atas kampung halamannya pada tahun 1939, Lisa dan keluarganya awalnya pindah ke Augustow, namun kemudian pindah ke Slonim (di timur Polandia yang diduduki Soviet). Pasukan Jerman merebut Slonim pada Juni 1941, saat invasi ke Uni Soviet. Di Slonim, Jerman mendirikan sebuah ghetto yang berdiri dari tahun 1941 hingga 1942. Lisa akhirnya melarikan diri dari Slonim, lalu pergi ke Grodno dan kemudian ke Vilna, di mana ia bergabung dengan gerakan perlawanan. Ia bergabung dengan sebuah kelompok partisan, bertempur melawan Jerman dari pangkalan di Hutan Naroch. Pasukan Soviet membebaskan wilayah tersebut pada tahun 1944. Sebagai bagian dari gerakan Brihah ("pelarian diri") yang terdiri dari 250.000 orang Yahudi yang selamat dari Holocaust di timur Eropa, Lisa dan suaminya Aron berupaya meninggalkan Eropa. Tidak bisa memasuki Palestina, mereka akhirnya bermukim di Amerika Serikat.

    Alisa (Lisa) Nussbaum Derman menceritakan emigrasi pascaperang dalam gerakan Brihah
  • Aron (Dereczynski) Derman menceritakan peristiwa yang terjadi saat invasi Jerman atas Slonim, Polandia

    Sejarah Pribadi

    Aron terlahir dari keluarga Yahudi kelas menengah di Slonim, bagian dari Polandia antara dua perang dunia. Orang tuanya memiliki toko pakaian. Setelah selesai menuntut ilmu di sekolah teknik, Aron bekerja sebagai ahli proyektor film di sebuah kota kecil di Slonim. Pasukan Soviet merebut Slonim pada September 1939. Perang berkecamuk antara Jerman dan Uni Soviet pada Juni 1941. Aron pun kembali ke Slonim. Tak lama kemudian pasukan Jerman pun menduduki Slonim, dan kemudian memaksa orang Yahudi pindah ke ghetto. Aron dipaksa bekerja di sebuah pabrik senjata, dan dia pun dapat menyelundupkan senjata ke dalam ghetto. Setelah membantu keluarganya melarikan diri ketika Jerman menghancurkan ghetto tersebut, Aron bekerja di Grodno hingga akhirnya dia ditangkap. Saat dideportasi dari Grodno, Aron melompat keluar dari mobil ternak. Dia akhirnya melarikan diri dari Grodno dan bergabung dengan gerakan bawah tanah di luar Vilna. Setelah perang usai, dia dan istrinya (yang dia temui di ghetto Slonim) berimigrasi ke Amerika Serikat dan menetap di Chicago.

    Aron (Dereczynski) Derman menceritakan peristiwa yang terjadi saat invasi Jerman atas Slonim, Polandia
  • Barbara Ledermann Rodbell menggambarkan reaksinya terhadap sekolah yang dimandatkan Nazi bagi anak Yahudi di Amsterdam

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1933, keluarga Barbara pindah ke Amsterdam, di Belanda. Mereka berteman dengan Anne Frank dan keluarganya. Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940. Kekasih Barbara, Manfred, memiliki penghubung bawah tanah dan Barbara pun mendapatkan dokumen palsu. Ibu, saudara perempuan, dan ayahnya dideportasi ke Westerbork, lalu ke Auschwitz. Barbara selamat berkat dokumen palsunya dan bekerja untuk melakukan perlawanan. Ia membantu membawa orang-orang Yahudi ke tempat persembunyian dan juga menyembunyikan mereka di sebuah apartemen yang ia miliki dengan nama palsunya.

    Barbara Ledermann Rodbell menggambarkan reaksinya terhadap sekolah yang dimandatkan Nazi bagi anak Yahudi di Amsterdam
  • Bart Stern menceritakan caranya bertahan hidup hingga saat pembebasan kamp Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Menyusul pendudukan Jerman atas Hungaria pada Maret 1944, Bart dipaksa tinggal di dalam ghetto yang didirikan di kota kelahirannya. Dari bulan Mei hingga Juli 1944, Jerman mendeportasi orang Yahudi dari Hungaria ke pusat pembantaian Auschwitz di wilayah Polandia yang diduduki Jerman. Bart dideportasi menggunakan gerbong ternak ke Auschwitz. Di Auschwitz, ia terpilih untuk melakukan kerja paksa mengebor dan menggali di sebuah tambang batu bara. Saat pasukan Soviet merangsek maju menuju kamp Auschwitz pada Januari 1945, Jerman memaksa sebagian besar tahanan untuk melakukan mars kematian keluar dari kamp. Bersama sejumlah tahanan sakit yang berada di bagian perawatan di kamp, Bart merupakan salah satu dari segelintir tahanan yang masih berada di kamp pada saat dibebaskan. Ia berhasil selamat hingga saat pembebasannya dengan cara bersembunyi di kamp bahkan setelah banyak tahanan lainnya yang dipaksa melakukan mars kematian pada Januari 1945.

    Tag: Auschwitz
    Bart Stern menceritakan caranya bertahan hidup hingga saat pembebasan kamp Auschwitz
  • Bart Stern menggambarkan deportasi ke Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Menyusul kependudukan Jerman atas Hungaria pada bulan Maret 1944, Bart dipaksa tinggal di dalam ghetto yang didirikan di kampung halamannya. Dari bulan Mei sampai Juli 1944, Jerman mendeportasi kaum Yahudi dari Hungaria ke kamp pembantaian Auschwitz di wilayah kependudukan Polandia. Bart dideportasi dengan gerbong ternak ke Auschwitz. Di Auschwitz, dia dipilih untuk melakukan kerja paksa membor dan menggali di sebuah tambang batu bara. Saat pasukan Soviet bergerak maju ke kamp Auschwitz pada bulan Januari 1945, Jerman memaksa sebagian besar tahanan untuk melakukan mars kematian keluar dari kamp. Bersama sejumlah tahanan sakit yang berada di bagian perawatan kamp, Bart merupakan salah satu dari segelintir tahanan yang masih berada di dalam kamp pada saat pembebasan.

    Bart Stern menggambarkan deportasi ke Auschwitz
  • Bella Jakubowicz Tovey menceritakan kondisi di Bergen-Belsen

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu pun diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Di akhir tahun 1942, keluarganya dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada April 1945, dan beremigrasi ke A.S. pada tahun 1946.

    Bella Jakubowicz Tovey menceritakan kondisi di Bergen-Belsen
  • Bella Jakubowicz Tovey menceritakan umpatan antisemitisme yang diterimanya saat dipaksa melakukan mars ke kamp Graeben

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu pun diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Di akhir tahun 1942, keluarganya dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada April 1945.

    Bella Jakubowicz Tovey menceritakan umpatan antisemitisme yang diterimanya saat dipaksa melakukan mars ke kamp Graeben
  • Bella Jakubowicz Tovey menc and the Jewish council leader in Sosnowieceritakan pertemuan antara ayahnya dan pimpinan dewan Yahudi di Sosnowiec

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu pun diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Di akhir tahun 1942, keluarganya dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada April 1945.

    Tag: Ghetto
    Bella Jakubowicz Tovey menc and the Jewish council leader in Sosnowieceritakan pertemuan antara ayahnya dan pimpinan dewan Yahudi di Sosnowiec
  • Bella Jakubowicz Tovey menceritakan penyitaan properti keluarganya

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu pun diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Di akhir tahun 1942, keluarganya dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada April 1945, dan beremigrasi ke A.S. pada tahun 1946.

    Bella Jakubowicz Tovey menceritakan penyitaan properti keluarganya
  • Bella Jakubowicz Tovey menggambarkan kunjungan seorang serdadu Inggris saat ia dirawat di rumah sakit di Bergen-Belsen pascapembebasan

    Sejarah Pribadi

    Bella merupakan anak sulung dari empat bersaudara yang lahir dari keluarga Yahudi di Sosnowiec. Ayahnya memiliki pabrik rajut. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, mereka mengambil alih pabrik tersebut. Mebel keluarga itu diberikan kepada seorang perempuan Jerman. Bella dipaksa bekerja di sebuah pabrik di ghetto Sosnowiec pada tahun 1941. Pada akhir tahun 1942 keluarga tersebut dideportasi ke ghetto Bedzin. Bella dideportasi ke Gross-Rosen, subkamp Graeben, pada tahun 1943 dan ke Bergen-Belsen pada tahun 1944. Dia dibebaskan pada bulan April 1945.

    Bella Jakubowicz Tovey menggambarkan kunjungan seorang serdadu Inggris saat ia dirawat di rumah sakit di Bergen-Belsen pascapembebasan
  • Benjamin (Ben) Meed menceritakan kondisi di Warsawa setelah pendudukan Jerman pada 1939, dan pengalaman antisemitisme pertamanya

    Sejarah Pribadi

    Ben adalah seorang anak dari empat bersaudara yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Setelah Jerman menduduki Warsawa, Ben memutuskan untuk melarikan diri ke timur Polandia yang diduduki Soviet. Namun, dia kemudian memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan selanjutnya ke ghetto Warsawa. Ben kemudian ditugaskan untuk bekerja di suatu kelompok kecil di luar ghetto, dan membantu menyelundupkan orang-orang keluar dari ghetto--termasuk Vladka (Fagele) Peltel, seorang anggota Organisasi Tempur Yahudi atau Jewish Fighting Organization (ZOB), yang di kemudian hari menjadi istrinya. Selanjutnya dia bersembunyi di luar ghetto dan menyamar sebagai warga Polandia non-Yahudi. Selama pemberontakan ghetto Warsawa pada tahun 1943, Ben bekerja dengan anggota bawah tanah lainnya untuk menyelamatkan para pejuang ghetto, dengan membawa mereka keluar melalui gorong-gorong dan menyembunyikan mereka di sisi "Arya" di Warsawa. Setelah pemberontakan tersebut, Ben melarikan diri dari Warsawa dengan menyamar sebagai orang non-Yahudi. Setelah pembebasan, dia dipertemukan kembali dengan ayah, ibu, dan adik perempuannya.

    Benjamin (Ben) Meed menceritakan kondisi di Warsawa setelah pendudukan Jerman pada 1939, dan pengalaman antisemitisme pertamanya
  • Benjamin (Ben) Meed menceritakan pembakaran ghetto Warsawa saat pemberontakan ghetto pada 1943

    Sejarah Pribadi

    Ben adalah seorang anak dari empat bersaudara yang lahir dalam keluarga Yahudi yang religius. Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939. Setelah Jerman menduduki Warsawa, Ben memutuskan untuk melarikan diri ke timur Polandia yang diduduki Soviet. Namun, dia kemudian memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan selanjutnya ke ghetto Warsawa. Ben kemudian ditugaskan untuk bekerja di suatu kelompok kecil di luar ghetto, dan membantu menyelundupkan orang-orang keluar dari ghetto--termasuk Vladka (Fagele) Peltel, seorang anggota Organisasi Tempur Yahudi atau Jewish Fighting Organization (ZOB), yang di kemudian hari menjadi istrinya. Selanjutnya dia bersembunyi di luar ghetto dan menyamar sebagai warga Polandia non-Yahudi. Selama pemberontakan ghetto Warsawa pada tahun 1943, Ben bekerja dengan anggota bawah tanah lainnya untuk menyelamatkan para pejuang ghetto, dengan membawa mereka keluar melalui gorong-gorong dan menyembunyikan mereka di sisi "Arya" di Warsawa. Setelah pemberontakan tersebut, Ben melarikan diri dari Warsawa dengan menyamar sebagai orang non-Yahudi. Setelah pembebasan, dia dipertemukan kembali dengan ayah, ibu, dan adik perempuannya.

    Benjamin (Ben) Meed menceritakan pembakaran ghetto Warsawa saat pemberontakan ghetto pada 1943
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menjelaskan pengumpulan bukti-bukti untuk mendakwa tertuduh penjahat perang

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard, di mana dia belajar ilmu hukum pidana. Ben lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Dia bergabung dengan batalion artileri anti-pesawat A.S. yang berlatih dalam persiapan invasi sekutu ke Eropa barat. Setelah Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindah ke bidang investigasi kejahatan perang dalam Angkatan Darat A.S. Dia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Dia akhirnya menjadi kepala jaksa penuntut A.S. dalam Kasus Einsatzgruppen dalam Pengadilan Nuremberg Lanjutan .

    Benjamin (Beryl) Ferencz menjelaskan pengumpulan bukti-bukti untuk mendakwa tertuduh penjahat perang
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan bukti yang dikumpulkan di kamp Mauthausen

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat ia masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard mempelajari ilmu hukum pidana. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Ben bergabung dengan batalion artileri pertahanan udara AS yang waktu itu sedang berlatih dalam persiapan invasi Sekutu ke Eropa barat. Pada akhir Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindahkan ke bidang investigasi kejahatan perang di Angkatan Darat AS. Ia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Ia pada akhirnya menjabat sebagai kepala jaksa penuntut AS dalam Kasus Einsatzgruppen pada Lanjutan Pengadilan Nuremberg.

    Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan bukti yang dikumpulkan di kamp Mauthausen
  • Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan investigasi awal kejahatan perang

    Sejarah Pribadi

    Ben dilahirkan di sebuah desa kecil di Pegunungan Carpathia di Transilvania, Rumania. Saat ia masih bayi, keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ben kuliah di Universitas Harvard mempelajari ilmu hukum pidana. Ia lulus dari Fakultas Hukum Universitas Harvard pada tahun 1943. Ben bergabung dengan batalion artileri pertahanan udara AS yang waktu itu sedang berlatih dalam persiapan invasi Sekutu ke Eropa barat. Pada akhir Perang Dunia II di Eropa, Ben dipindahkan ke bidang investigasi kejahatan perang di Angkatan Darat AS. Ia ditugaskan mengumpulkan bukti-bukti dan menangkap mereka yang diduga penjahat perang Nazi. Ia pada akhirnya menjabat sebagai kepala jaksa penuntut AS dalam Kasus Einsatzgruppen pada Lanjutan Pengadilan Nuremberg.

    Benjamin (Beryl) Ferencz menceritakan investigasi awal kejahatan perang
  • Beno Helmer menggambarkan kondisi di ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Sebagai laki-laki muda, Beno memanfaatkan keterampilan berbahasa asingnya untuk memperoleh peran-peran kecil di dalam film. Dia dan keluarganya dideportasi ke ghetto Lodz, di mana mereka sehari-hari harus berjuang untuk mencari makanan. Di gerakan bawah tanah, Beno menjadi ahli dalam menganjlokkan kereta api. Keluarga itu dikirim ke Auschwitz dan di sana mereka dipisahkan. Semuanya tewas, kecuali Beno dan satu saudara perempuannya, yang ditemukannya kembali setelah perang. Beno selamat dari serangkaian kamp dan di kemudian hari dia membantu melacak para penjahat perang.

    Tag: Ghetto
    Beno Helmer menggambarkan kondisi di ghetto Lodz
  • Blanka Rothschild menceritakan kedatangan di kamp Ravensbrueck

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah seorang anak tunggal dari keluarga yang harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman atas Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian ke mana-mana. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka tinggal di dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di sebuah pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya pun dikirim ke kamp lain. Pasukan Soviet membebaskan Blanka pada musim semi 1945. Blanka, yang tinggal di rumah-rumah kosong, kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun saudaranya, termasuk ibunya, yang berhasil selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, dan akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Blanka Rothschild menceritakan kedatangan di kamp Ravensbrueck
  • Blanka Rothschild menggambarkan peran kebersamaan dan persahabatan dalam bertahan hidup di ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah anak tunggal dari sebuah keluarga harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman ke Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka berada dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya dikirim ke kamp lain. Tentara Soviet membebaskan Blanka pada musim semi tahun 1945. Karena tinggal di rumah kosong, Blanka melarikan diri kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun dari saudaranya, termasuk ibunya, yang selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan untuk orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Tag: Ghetto
    Blanka Rothschild menggambarkan peran kebersamaan dan persahabatan dalam bertahan hidup di ghetto Lodz
  • Blanka Rothschild menggambarkan deportasi dari ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah anak tunggal dari sebuah keluarga harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman ke Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka berada dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya dikirim ke kamp lain. Tentara Soviet membebaskan Blanka pada musim semi tahun 1945. Karena tinggal di rumah kosong, Blanka melarikan diri kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun dari saudaranya, termasuk ibunya, yang selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan untuk orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Blanka Rothschild menggambarkan deportasi dari ghetto Lodz
  • Brigitte Friedmann Altman menggambarkan pengepungan anak-anak di ghetto Kovno pada Maret 1944

    Sejarah Pribadi

    Perang Dunia ke II meletus pada bulan September 1939. Brigitte dan keluarganya pindah ke Kovno, berharap mereka dapat memperoleh visa dan paspor untuk pergi ke Amerika Utara. Pada bulan Juli 1941, Brigitte dan keluarganya dipaksa pindah ke ghetto Kovno setelah Jerman menduduki Lituania. Keluarga Brigitte dapat bertahan dalam peristiwa "Tindakan Besar (Great Action)," tapi ibunya meninggal dunia karena sakit di dalam ghetto. Setelah pengepungan terhadap anak-anak pada bulan Maret 1944, Brigitte melarikan diri dari ghetto dengan bantuan bekas karyawan ayahnya. Pasukan Soviet membebaskan Kovno pada bulan Agustus 1944.

    Tag: Ghetto
    Brigitte Friedmann Altman menggambarkan pengepungan anak-anak di ghetto Kovno pada Maret 1944
  • Cecilie Klein-Pollack menggambarkan kedatangan di Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Cecilie merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari keluarga kelas menengah Yahudi yang religius. Pada tahun 1939, Hungaria menduduki daerah Cecilie di Cekoslowakia. Seluruh keluarganya ditahan. Jerman menduduki Hungaria pada tahun 1944. Cecilie dan keluarganya harus pindah ke ghetto di Huszt dan kemudian dideportasi ke Auschwitz. Cecilie dan saudara perempuannya dipilih menjadi pekerja paksa; anggota keluarganya yang lain langsung dimasukkan ke kamar gas setibanya di sana. Cecilie ditransfer ke beberapa kamp lainnya, di mana dia dipekerjakan di pabrik-pabrik. Dia akhirnya dibebaskan oleh pasukan Sekutu pada tahun 1945. Setelah perang usai, dia kembali berkumpul dan menikah dengan tunangannya.

    Tag: Auschwitz
    Cecilie Klein-Pollack menggambarkan kedatangan di Auschwitz
  • Cecilie Klein-Pollack menggambarkan deportasi dari Huszt

    Sejarah Pribadi

    Cecilie merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari keluarga kelas menengah Yahudi yang religius. Pada tahun 1939, Hungaria menduduki daerah Cecilie di Cekoslowakia. Seluruh keluarganya dipenjara. Jerman menduduki Hungaria pada tahun 1944. Cecilie dan keluarganya harus pindah ke sebuah ghetto di Huszt dan kemudian dideportasi ke Auschwitz. Cecilie dan saudara perempuannya dipilih menjadi pekerja paksa; anggota keluarganya yang lain langsung dibantai dengan gas setibanya di sana. Cecilie dipindahkan ke beberapa kamp lain, di mana dia dipekerjakan di beberapa pabrik. Dia akhirnya dibebaskan oleh pasukan Sekutu pada tahun 1945. Setelah perang usai, dia kembali bersatu dengan tunangannya dan menikah.

    Cecilie Klein-Pollack menggambarkan deportasi dari Huszt
  • Chaim Engel mengenang pemberontakan Sobibor dan pelariannya

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di angkatan darat Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Tentara Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Namun pada akhirnya dia dideportasi ke kamp Sobibor, tempat anggota keluarganya yang lain tewas. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada Juni 1944.

    Chaim Engel mengenang pemberontakan Sobibor dan pelariannya
  • Chaim Engel menceritakan rencana pemberontakan Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di angkatan darat Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Tentara Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Namun pada akhirnya dia dideportasi ke kamp Sobibor, tempat anggota keluarganya yang lain tewas. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada Juni 1944.

    Chaim Engel menceritakan rencana pemberontakan Sobibor
  • Chaim Engel menggambarkan kedatangan di Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di AD Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Pada akhirnya, dia dideportasi ke kamp Sobibor, di mana anggota keluarganya yang lain mati. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada bulan Juni 1944.

    Chaim Engel menggambarkan kedatangan di Sobibor
  • Charlene Schiff menggambarkan sekolah rahasia untuk anak-anak di ghetto Horochow

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Tag: Ghetto
    Charlene Schiff menggambarkan sekolah rahasia untuk anak-anak di ghetto Horochow
  • Charlene Schiff menjelaskan upaya mencari makan agar tetap bertahan hiduorests after escaping from the Horochow ghettop di dalam hutan setelah melarikan diri dari ghetto Horochow

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Charlene Schiff menjelaskan upaya mencari makan agar tetap bertahan hiduorests after escaping from the Horochow ghettop di dalam hutan setelah melarikan diri dari ghetto Horochow
  • Charlene Schiff menggambarkan penyelundupan makanan ke dalam ghetto Horochow oleh anak-anak

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Tag: Ghetto
    Charlene Schiff menggambarkan penyelundupan makanan ke dalam ghetto Horochow oleh anak-anak
  • Charlene Schiff menceritakan kesulitan mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat setelah peristiwa Holocaust

    Sejarah Pribadi

    Kedua orangtua Charlene merupakan pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarganya aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Ayah Charlene merupakan seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota tempat tinggal Charlene terletak di bagian timur Polandia yang diduduki Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian Agustus 1939 antara Jerman dan Uni Soviet. Di bawah pendudukan Soviet, keluarga ini tetap tinggal di rumahnya dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tak lagi pernah melihat ayahnya. Charlene, ibunya, dan saudara perempuannya dipaksa masuk ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak pernah terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di semak-semak di tepi sungai, terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan mendapati ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Ia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Charlene Schiff menceritakan kesulitan mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat setelah peristiwa Holocaust
  • Dallas Peyton menceritakan pengalamannya saat pembebasan Dachau

    Sejarah Pribadi

    Dallas Peyton dari Tucson, Arizona, pernah menjadi anggota Infanteri Lapis Baja ke-70. Tahun 1945, bersama pasukan pembebasan lainnya, ia memasuki kamp Dachau dan menjumpai para korban yang selamat serta bukti-bukti kekejian.

    Dallas Peyton menceritakan pengalamannya saat pembebasan Dachau
  • Doris Greenberg menggambarkan prosedur kedatangan di Ravensbrück

    Sejarah Pribadi

    Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939 dan membangun sebuah ghetto di Warsawa pada tahun 1940. Setelah kedua orang tuanya dideportasi, Doris bersembunyi dengan saudara perempuannya dan familinya yang lain. Saudara perempuan Doris dan seorang pamannya dibunuh, dia juga mendengar bahwa kedua orang tuanya sudah dibunuh. Neneknya melakukan bunuh diri. Doris diselundupkan ke luar ghetto lalu hidup sebagai pembantu dan koki non-Yahudi, tapi akhirnya dia dideportasi ke kamp Ravensbrueck. Setibanya di sana, Doris dan temannya Pepi pernah berpikiran akan meminum racun, tapi akhirnya mereka urungkan.

    Doris Greenberg menggambarkan prosedur kedatangan di Ravensbrück
  • Dorotka (Dora) Goldstein Roth menceritakan hukuman terhadap para wanita yang melarikan diri dari Stutthof

    Sejarah Pribadi

    Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tahun 1939, Keluarga Dora melarikan diri ke Vilna, Lituania. Ketika Jerman menduduki Vilna, ayah Dora mati ditembak dan seluruh keluarga itu ditahan di ghetto Vilna. Dora, saudara perempuannya, dan ibunya dideportasi ke kamp Kaiserwald di Latvia dan kemudian ke kamp konsentrasi Stutthof dekat Danzig. Ibu dan saudara perempuannya tewas di Stutthof. Dora sendiri ditembak sebelum pembebasan, namun dia berhasil selamat.

    Dorotka (Dora) Goldstein Roth menceritakan hukuman terhadap para wanita yang melarikan diri dari Stutthof
  • Edward Adler menceritakan penangkapan dan pemenjaraan di Jerman pada masa sebelum perang karena menjalin hubungan dengan seorang wanita non-Yahudi.

    Sejarah Pribadi

    Edward lahir dalam keluarga Yahudi di Hamburg. Pada tahun 1935, Peraturan Perundang-undangan Nuremberg melarang perkawinan atau hubungan seksual antara orang Jerman non-Yahudi dan Yahudi. Waktu itu usia Edward sekitar 25-an. Edward ditangkap karena berkencan dengan seorang perempuan non-Yahudi. Dia digolongkan sebagai pelanggar kambuhan, dan kemudian dideportasi ke kamp konsentrasi Sachsenhausen, di dekat Berlin. Dia dipaksa bekerja keras di proyek-proyek konstruksi. Tak lama sebelum dipenjara Edward pun menikah, dan istrinya mengurus kepindahan mereka dari Jerman. Edward dibebaskan dari tahanan pada September 1938 dan dia pun meninggalkan Jerman. Dia tinggal bersama kerabat di Amsterdam, Belanda, dan di kemudian hari beremigrasi ke Amerika Serikat.

    Edward Adler menceritakan penangkapan dan pemenjaraan di Jerman pada masa sebelum perang karena menjalin hubungan dengan seorang wanita non-Yahudi.
  • Edward Adler menggambarkan pengepungan dan deportasi ke kota Oranienburg, di dekat kamp Sachsenhausen

    Sejarah Pribadi

    Edward lahir dalam keluarga Yahudi di Hamburg. Pada tahun 1935, Peraturan Perundang-undangan Nuremberg melarang perkawinan atau hubungan seksual antara orang Jerman non-Yahudi dan Yahudi. Waktu itu usia Edward 25-an tahun. Edward ditangkap karena berkencan dengan seorang perempuan non-Yahudi. Dia digolongkan sebagai pelanggar kambuhan, dan kemudian dia dideportasi ke kamp konsentrasi Sachsenhausen, di dekat Berlin. Dia dipaksa bekerja keras di proyek-proyek konstruksi. Tidak lama sebelum dipenjara Edward menikah, dan istrinya mengurus kepindahan mereka dari Jerman. Edward dibebaskan pada bulan September 1938 dan meninggalkan Jerman. Dia tinggal bersama kerabatnya di Amsterdam, Belanda, dan di kemudian hari beremigrasi ke Amerika Serikat.

    Tag: Deportasi
    Edward Adler menggambarkan pengepungan dan deportasi ke kota Oranienburg, di dekat kamp Sachsenhausen
  • Edward Lessing menggambarkan kewajiban memakai lencana Yahudi.

    Sejarah Pribadi

    Edward lahir dalam keluarga Yahudi di Den Haag. Pada tahun 1929, keluarga tersebut pindah ke Amerika Serikat. Karena ayahnya kesulitan mendapatkan pekerjaan, Edward beserta keluarganya kembali ke Belanda pada tahun 1932. Mereka tinggal di kota Delft dan mengelola sebuah toko kecil yang menjual pakaian ketika perang pecah. Jerman menginvasi Belanda pada bulan Mei 1940. Keputusan-keputusan anti-Yahudi diberlakukan, yang makin menjadi sampai-sampai orang Yahudi dilarang memiliki usaha sendiri dan dipaksa memakai lencana kuning per 3 Mei 1942. Ketika deportasi kaum Yahudi di Belanda dimulai, Edward dan keluarganya bersembunyi. Edward berpura-pura menjadi orang non-Yahudi sampai akhir perang.

    Edward Lessing menggambarkan kewajiban memakai lencana Yahudi.
  • Edward Weiss bercerita tentang Dachau tak lama setelah pembebasan

    Sejarah Pribadi

    GI Edward S. Weiss, seorang warga Gaithersburg, Maryland, berada di kamp konsentrasi Dachau tak lama setelah pembebasan kamp tersebut.

    Edward Weiss bercerita tentang Dachau tak lama setelah pembebasan
  • Emanuel Tanay menggambarkan pembangunan ghetto Miechow

    Sejarah Pribadi

    Emanuel dan keluarganya tinggal di sebuah kota kecil bernama Miechow, di bagian utara Krakow. Setelah Jerman menginvasi Polandia pada bulan September 1939, persekusi terhadap kaum Yahudi semakin meningkat. Jerman mendirikan sebuah ghetto di Miechow. Emanual dipaksa untuk tinggal di dalam ghetto ini. Emanuel, ibunya, dan saudara perempuannya melarikan diri dari ghetto sebelum ghetto tersebut dihancurkan pada tahun 1942. Dia tinggal di dalam biara, dengan berganti identitas, bersama anggota bawah tanah Polandia lainnya. Emanuel meninggalkan biara tersebut setelah setahun ketika seorang guru mulai mencurigainya sebagai seorang Yahudi. Emanuel kemudian terlibat dalam usaha penyelundupan barang-barang ke Krakow dan Warsawa. Pada musim gugur tahun 1943, dia melarikan diri ke Hungaria. Setelah Hungaria diduduki Jerman pada tahun 1944, Emanuel berusaha melarikan diri kembali tetapi tertangkap dan kemudian dipenjara. Dia dapat selamat dari peperangan.

    Tag: Ghetto
    Emanuel Tanay menggambarkan pembangunan ghetto Miechow
  • Esther Raab menceritakan kedatangan kendaraan pengangkut di Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Esther lahir dari keluarga Yahudi kelas menengah di Chelm, Polandia. Pada bulan Desember 1942, ia dideportasi dari kamp kerja ke pusat pembantaian Sobibor di wilayah Polandia yang diduduki Jerman. Setibanya di Sobibor, Ester terpilih untuk bekerja di sebuah gudang penyortiran. Ia menyortir pakaian dan harta-benda milik orang-orang yang dibantai di kamp. Selama musim panas dan musim gugur tahun 1943, Ester termasuk dalam kelompok tahanan di kamp Sobibor yang merencanakan pemberontakan dan pelarian. Leon Feldhendler dan Aleksandr (Sasha) Pechersky merupakan pemimpin kelompok tersebut. Pemberontakan terjadi pada 14 Oktober 1943. Penjaga Jerman dan Ukraina menembaki para tahanan, yang tidak mampu mencapai gerbang utama dan oleh karenanya harus mencoba melarikan diri melalui ladang ranjau di sekitar kamp tersebut; sekitar 300 tahanan berhasil melarikan diri. Lebih dari 100 tahanan tertangkap kembali dan ditembak mati. Esther termasuk di antara mereka yang berhasil lolos dan selamat.

    Esther Raab menceritakan kedatangan kendaraan pengangkut di Sobibor

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.