<p>Para tahanan dari kamp konsentrasi Dachau sedang melakukan mars kematian ke arah Selatan menuju Wolfratshausen. Jerman, antara tanggal 26 dan 29 April 1945.</p>

Mars Kematian

Pada Januari 1945, Third Reich berada di ambang kekalahan militer. Ketika pasukan Sekutu mendekati kamp-kamp Nazi, SS mengadakan “mars kematian” (evakuasi paksa) atas para tahanan kamp konsentrasi, sebagian alasannya adalah untuk menjaga sejumlah besar tahanan kamp konsentrasi agar tidak jatuh ke tangan Sekutu.

Fakta Utama

  • 1

    Istilah “mars kematian” mungkin diciptakan oleh para tahanan kamp tawanan. Istilah tersebut mengacu pada mars paksa yang dilakukan para tahanan kamp konsentrasi yang menempuh jarak yang sangat jauh di bawah penjagaan dan dalam kondisi yang sangat ganas.

  • 2

    Selama mars kematian, penjaga SS menganiaya dan membunuh para tahanan secara brutal.

  • 3

    Mars kematian terbesar diadakan dari Auschwitz dan Stutthof.

Pada musim panas tahun 1944, serangan besar-besaran Soviet di Belarus timur meluluhlantakkan Pusat Kelompok Tentara Jerman. Pasukan Soviet kemudian menyerbu kamp konsentrasi Nazi besar pertama, Lublin/Majdanek. Tak lama setelah serangan tersebut, kepala SS Heinrich Himmler memerintahkan agar para tahanan di semua kamp konsentrasi dan subkamp dievakuasi secara paksa menuju ke bagian dalam Reich. Oleh karena Soviet merangsek dengan cepat, SS tidak memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan pengosongan kamp Majdanek. Hal ini memungkinkan media barat dan Soviet memublikasikan secara luas kekejaman SS di kamp tersebut dengan menggunakan rekaman kamp saat pembebasan dan wawancara dengan beberapa tahanan yang selamat.

Evakuasi kamp konsentrasi memiliki tiga tujuan:

  1. otoritas SS tidak ingin para tahanan jatuh ke tangan musuh hidup-hidup sehingga dapat menceritakan kisah mereka kepada para pembebas Sekutu dan Soviet
  2. SS merasa mereka membutuhkan tahanan untuk mempertahankan produksi senjata sedapat mungkin di tempat mana pun
  3. beberapa pemimpin SS, termasuk Himmler, memiliki keyakinan yang tidak rasional bahwa mereka dapat menggunakan tahanan kamp tawanan Yahudi sebagai sandera untuk menawar perdamaian terpisah di barat yang akan menjamin keberlangsungan rezim Nazi.

Pada bulan-bulan musim panas dan awal musim gugur tahun 1944, sebagian besar evakuasi dilakukan dengan kereta api, atau dengan kapal dalam kasus posisi Jerman terputus di Negara-negara Baltik. Namun demikian, ketika waktu musim dingin sudah dekat, dan Sekutu mencapai perbatasan Jerman dan mengambil kendali penuh atas langit Jerman, otoritas SS semakin gencar dalam mengevakuasi tahanan kamp tawanan dari timur dan barat dengan berjalan kaki.

Mars kematian dan evakuasi besar, 1944-1945

Pada Januari 1945, Third Reich berada di ambang kekalahan militer. Sebagian besar wilayah Prusia Timur Jerman sudah berada di bawah pendudukan Soviet. Pasukan Soviet sudah mengepung Warsawa, Polandia, dan Budapest, Hungaria, saat mereka bersiap mendorong mundur pasukan Jerman ke wilayah bagian dalam Reich. Setelah kegagalan serangan kejutan di Ardennes Jerman pada Desember 1944, pasukan Anglo-Amerika di barat sudah siap untuk menyerang Jerman.

Penjaga SS diperintahkan secara tegas untuk membunuh tahanan yang tidak bisa lagi berjalan atau bepergian. Saat evakuasi semakin bergantung pada mars paksa dan perjalanan dengan gerbong kereta terbuka atau kapal kecil di Laut Baltik pada musim dingin yang ganas pada 1944-1945, jumlah orang yang meninggal akibat kelelahan dan paparan di sepanjang rute meningkat secara dramatis. Hal ini mendorong persepsi yang jelas di antara para tahanan bahwa Jerman menginginkan mereka semua mati dalam mars tersebut. Istilah mars kematian mungkin diciptakan oleh para tahanan kamp konsentrasi.

Selama mars kematian, para penjaga SS menganiaya para tahanan secara brutal. Setelah mendapat perintah yang eksplisit, mereka menembak ratusan tahanan yang pingsan atau tidak dapat mengimbangi jalannya mars, atau mereka yang tidak bisa lagi turun dari kereta atau kapal. Ribuan tahanan meninggal akibat terpapar, kelaparan, dan kelelahan. Mars paksa sangat umum terjadi pada akhir tahun 1944 dan 1945, ketika SS mengevakuasi tahanan ke kamp-kamp yang berada di bagian wilayah Jerman yang lebih dalam. Operasi evakuasi besar memindahkan para tahanan keluar dari Auschwitz, Stutthof, dan Gross-Rosen menuju ke barat menuju Buchenwald, Flossenbürg, Dachau, dan Sachsenhausen pada musim dingin tahun 1944-1945; dari Buchenwald dan Flossenbürg ke Dachau dan Mauthausen pada musim semi tahun 1945; dan dari Sachsenhausen dan Neuengamme menuju ke utara ke Laut Baltik pada minggu-minggu terakhir perang.

Tahanan dari Dachau sedang melakukan mars kematian

Ketika pasukan Sekutu merangsek maju ke pusat Jerman, mereka membebaskan ratusan ribu tahanan kamp konsentrasi. Pembebasan ini meliputi ribuan tahanan yang dibebaskan oleh pasukan Sekutu dan Soviet saat mereka melakukan mars pada evakuasi paksa. Pada 25 April 1945, pasukan Soviet bertemu pasukan AS di Torgau, di Sungai Elbe di Jerman tengah. Angkatan bersenjata Jerman menyerah tanpa syarat di barat pada 7 Mei dan di timur pada 9 Mei 1945. Tanggal 8 Mei 1945 diproklamasikan sebagai Hari Kemenangan di Eropa (Hari V-E).

Hingga hampir hari terakhir perang, pihak otoritas Jerman memaksa tahanan melakukan mars ke berbagai lokasi di Reich. Selambatnya pada 1 Mei 1945, para tahanan yang telah dievakuasi dari Neuengamme ke garis pantai Laut Utara dinaikkan ke atas kapal; ratusan dari mereka tewas ketika Inggris mengebom kapal tersebut beberapa hari kemudian karena mengira kapal tersebut mengangkut personel militer Jerman.

Bacaan Lebih Lanjut

Freeman, Joseph, dan Donald Schwartz. The Road to Hell: Recollections of the Nazi Death March. St. Paul, MN: Paragon House, 1998.

Marrus, Michael R., editor. The End of the Holocaust. Westport, CT: Meckler, 1989.

Strzelecki, Andrzej. The Evacuation, Dismantling and Liberation of KL Auschwitz. Oswiecim, Polandia: Auschwitz-Birkenau State Museum, 2001.

Wiesel, Elie. Night. New York: Hill dan Wang, 2006.

Thank you for supporting our work

We would like to thank The Crown and Goodman Family and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.