Category: Oral History

Clear All
  • Blanka Rothschild menggambarkan deportasi dari ghetto Lodz

    Sejarah Pribadi

    Blanka adalah anak tunggal dari sebuah keluarga harmonis di Lodz, Polandia. Ayahnya meninggal dunia pada tahun 1937. Setelah invasi Jerman ke Polandia, Blanka dan ibunya tetap tinggal di Lodz bersama nenek Blanka, yang sudah tak mampu bepergian. Bersama saudaranya yang lain, mereka dipaksa masuk ke dalam ghetto Lodz pada tahun 1940. Di sana, Blanka bekerja di pabrik roti. Dia dan ibunya kemudian bekerja di rumah sakit di ghetto Lodz. Mereka berada dalam ghetto ini sampai akhir tahun 1944 ketika mereka dideportasi ke kamp Ravensbrueck di Jerman. Dari Ravensbrueck, Blanka dan ibunya dikirim ke subkamp Sachsenhausen. Blanka dipaksa bekerja di pabrik pesawat (Arado-Werke). Ibunya dikirim ke kamp lain. Tentara Soviet membebaskan Blanka pada musim semi tahun 1945. Karena tinggal di rumah kosong, Blanka melarikan diri kembali ke Lodz. Ternyata tidak ada satu pun dari saudaranya, termasuk ibunya, yang selamat. Blanka kemudian pindah ke bagian barat Berlin, akhirnya dipindahkan ke kamp penampungan untuk orang yang kehilangan tempat tinggal. Dia pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1947.

    Blanka Rothschild menggambarkan deportasi dari ghetto Lodz
  • Brigitte Friedmann Altman menggambarkan pengepungan anak-anak di ghetto Kovno pada Maret 1944

    Sejarah Pribadi

    Perang Dunia ke II meletus pada bulan September 1939. Brigitte dan keluarganya pindah ke Kovno, berharap mereka dapat memperoleh visa dan paspor untuk pergi ke Amerika Utara. Pada bulan Juli 1941, Brigitte dan keluarganya dipaksa pindah ke ghetto Kovno setelah Jerman menduduki Lituania. Keluarga Brigitte dapat bertahan dalam peristiwa "Tindakan Besar (Great Action)," tapi ibunya meninggal dunia karena sakit di dalam ghetto. Setelah pengepungan terhadap anak-anak pada bulan Maret 1944, Brigitte melarikan diri dari ghetto dengan bantuan bekas karyawan ayahnya. Pasukan Soviet membebaskan Kovno pada bulan Agustus 1944.

    Tag: Ghetto
    Brigitte Friedmann Altman menggambarkan pengepungan anak-anak di ghetto Kovno pada Maret 1944
  • Cecilie Klein-Pollack menggambarkan kedatangan di Auschwitz

    Sejarah Pribadi

    Cecilie merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari keluarga kelas menengah Yahudi yang religius. Pada tahun 1939, Hungaria menduduki daerah Cecilie di Cekoslowakia. Seluruh keluarganya ditahan. Jerman menduduki Hungaria pada tahun 1944. Cecilie dan keluarganya harus pindah ke ghetto di Huszt dan kemudian dideportasi ke Auschwitz. Cecilie dan saudara perempuannya dipilih menjadi pekerja paksa; anggota keluarganya yang lain langsung dimasukkan ke kamar gas setibanya di sana. Cecilie ditransfer ke beberapa kamp lainnya, di mana dia dipekerjakan di pabrik-pabrik. Dia akhirnya dibebaskan oleh pasukan Sekutu pada tahun 1945. Setelah perang usai, dia kembali berkumpul dan menikah dengan tunangannya.

    Tag: Auschwitz
    Cecilie Klein-Pollack menggambarkan kedatangan di Auschwitz
  • Cecilie Klein-Pollack menggambarkan deportasi dari Huszt

    Sejarah Pribadi

    Cecilie merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dari keluarga kelas menengah Yahudi yang religius. Pada tahun 1939, Hungaria menduduki daerah Cecilie di Cekoslowakia. Seluruh keluarganya dipenjara. Jerman menduduki Hungaria pada tahun 1944. Cecilie dan keluarganya harus pindah ke sebuah ghetto di Huszt dan kemudian dideportasi ke Auschwitz. Cecilie dan saudara perempuannya dipilih menjadi pekerja paksa; anggota keluarganya yang lain langsung dibantai dengan gas setibanya di sana. Cecilie dipindahkan ke beberapa kamp lain, di mana dia dipekerjakan di beberapa pabrik. Dia akhirnya dibebaskan oleh pasukan Sekutu pada tahun 1945. Setelah perang usai, dia kembali bersatu dengan tunangannya dan menikah.

    Cecilie Klein-Pollack menggambarkan deportasi dari Huszt
  • Chaim Engel mengenang pemberontakan Sobibor dan pelariannya

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di angkatan darat Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Tentara Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Namun pada akhirnya dia dideportasi ke kamp Sobibor, tempat anggota keluarganya yang lain tewas. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada Juni 1944.

    Chaim Engel mengenang pemberontakan Sobibor dan pelariannya
  • Chaim Engel menceritakan rencana pemberontakan Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di angkatan darat Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Tentara Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Namun pada akhirnya dia dideportasi ke kamp Sobibor, tempat anggota keluarganya yang lain tewas. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada Juni 1944.

    Chaim Engel menceritakan rencana pemberontakan Sobibor
  • Chaim Engel menggambarkan kedatangan di Sobibor

    Sejarah Pribadi

    Pada tahun 1939, saat jadwal pergiliran tugas Chaim di AD Polandia mulai berakhir, Jerman menginvasi Polandia. Jerman menangkap Chaim dan mengirimnya ke Jerman untuk kerja paksa. Sebagai tahanan perang yang berdarah Yahudi, Chaim di kemudian hari dikembalikan ke Polandia. Pada akhirnya, dia dideportasi ke kamp Sobibor, di mana anggota keluarganya yang lain mati. Pada pemberontakan Sobibor tahun 1943, Chaim membunuh seorang pengawal. Dia berhasil melarikan diri bersama pacarnya, Selma, yang di kemudian hari dinikahinya. Seorang petani menyembunyikan mereka sampai hari pembebasan oleh pasukan Soviet pada bulan Juni 1944.

    Chaim Engel menggambarkan kedatangan di Sobibor
  • Charlene Schiff menggambarkan sekolah rahasia untuk anak-anak di ghetto Horochow

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Tag: Ghetto
    Charlene Schiff menggambarkan sekolah rahasia untuk anak-anak di ghetto Horochow
  • Charlene Schiff menjelaskan upaya mencari makan agar tetap bertahan hiduorests after escaping from the Horochow ghettop di dalam hutan setelah melarikan diri dari ghetto Horochow

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Charlene Schiff menjelaskan upaya mencari makan agar tetap bertahan hiduorests after escaping from the Horochow ghettop di dalam hutan setelah melarikan diri dari ghetto Horochow
  • Charlene Schiff menggambarkan penyelundupan makanan ke dalam ghetto Horochow oleh anak-anak

    Sejarah Pribadi

    Kedua orang tua Charlene adalah pemimpin komunitas Yahudi setempat, dan keluarga mereka aktif dalam kehidupan masyarakat. Ayah Charlene adalah seorang profesor filsafat di Universitas Negeri Lvov. Perang Dunia II dimulai dengan invasi Jerman ke Polandia pada tanggal 1 September 1939. Kota di mana Charlene tinggal merupakan bagian dari wilayah timur Polandia yang diduduki oleh Uni Soviet berdasarkan Pakta perjanjian 1939 antara Jerman dan Uni Soviet pada bulan Agustus 1939. Di bawah pendudukan Soviet, keluarganya tetap tinggal di rumah dan ayah Charlene tetap mengajar. Jerman menginvasi Uni Soviet pada bulan Juni 1941, dan menahan ayah Charlene setelah mereka menduduki kota tersebut. Sejak itu Charlene tidak pernah melihat ayahnya lagi. Charlene, ibu dan saudara perempuannya dipaksa masuk ke dalam ghetto yang didirikan Jerman di Horochow. Pada tahun 1942, Charlene dan ibunya melarikan diri dari ghetto setelah mendengar desas-desus bahwa Jerman akan menghancurkan ghetto tersebut. Saudara perempuannya berusaha menyembunyikan diri secara terpisah, tetapi sejak itu tidak terdengar lagi kabar beritanya. Charlene dan ibunya bersembunyi di balik semak-semak di pinggir sungai, dan terkadang harus membenamkan diri mereka di dalam air untuk beberapa saat agar tidak terlihat. Mereka bersembunyi selama beberapa hari. Suatu hari, Charlene terbangun dan ternyata ibunya sudah tidak ada. Charlene berhasil menyelamatkan diri di hutan dekat Horochow, dan kemudian dibebaskan oleh pasukan Soviet. Dia akhirnya pindah ke Amerika Serikat.

    Tag: Ghetto
    Charlene Schiff menggambarkan penyelundupan makanan ke dalam ghetto Horochow oleh anak-anak

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.