German tanks on the eastern front © IWM (HU 111382)

Perang Dunia II di Eropa

Dalam konteks yang lebih luas, Holocaust terjadi pada masa Perang Dunia II. Perang Dunia II adalah konflik terbesar dan paling merusak dalam sejarah. Adolf Hitler dan rezim Nazi memimpikan suatu kekaisaran baru dan besar untuk "ruang hidup" (Lebensraum) orang Jerman di Eropa timur dengan menyingkirkan penduduk yang sudah ada di wilayah itu. Tujuan Nazi adalah memperkuat “ras utama” Jerman. Hal ini berakibat pada persekusi dan pembantaian kaum Yahudi dan banyak lagi kelompok lainnya.

Fakta Utama

  • 1

    Jerman memulai Perang Dunia II dengan menginvasi Polandia pada 1 September 1939. Beberapa tahun berikutnya Jerman menginvasi 11 negara.

  • 2

    Sebagian besar kaum Yahudi Eropa tinggal di negara-negara yang diduduki atau berada di bawah pengaruh Jerman Nazi selama Perang Dunia II. Antara tahun 1941 hingga 1944, otoritas Jerman Nazi mendeportasi jutaan orang Yahudi dari Jerman, dari wilayah yang diduduki, dan dari negara-negara sekutu Poros-nya ke ghetto dan pusat pembantaian.

  • 3

    Pimpinan Nazi mulai merencanakan perang Eropa sejak hari pertama Nazi naik ke tampuk kekuasaan pada penghujung Januari 1933. Kebijakan perang dan genosida sangat terkait satu sama lain.

Holocaust berlangsung dalam konteks yang lebih luas dari Perang Dunia II. Masih terseok-seok akibat kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, pemerintah Hitler membayangkan suatu kekaisaran “ruang hidup” baru yang sangat luas (Lebensraum) di Eropa timur. Pewujudan dominasi Jerman di Eropa, sebagaimana yang diperhitungkan para pimpinannya, mengharuskan perang.

1939
Setelah mendapatkan jaminan netralitas dari Uni Soviet (melalui Pakta nonagresi Jerman-Soviet pada Agustus 1939), Jerman memulai Perang Dunia II dengan menyerang Polandia pada 1 September 1939. Inggris dan Prancis meresponsnya dengan menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September. Dalam waktu sebulan, Polandia dikalahkan oleh gabungan pasukan Jerman dan Soviet dan dibagi dua untuk Jerman Nazi dan Uni Soviet.

1940
Waktu relatif tenang menyusul kekalahan Polandia berakhir pada 9 April 1940, ketika pasukan Jerman menginvasi Norwegia dan Denmark. Pada 10 Mei 1940, Jerman memulai serangannya terhadap Eropa barat dengan menginvasi negara-negara di dataran rendah di pesisir pantai barat laut Eropa/Low Countries (Belanda, Belgia, dan Luksemburg), yang telah mengambil posisi netral dalam perang, serta Prancis. Pada 22 Juni 1940, Prancis menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Jerman, yang memungkinkan pendudukan Jerman terhadap separuh wilayah utara dari negara tersebut dan memungkinkan pembentukan rezim kolaborasionis di selatan yang berkedudukan di kota Vichy.

Dengan dorongan Jerman, Uni Soviet menduduki negara-negara Baltik pada Juni 1940 dan secara resmi mencaplok negara-negara tersebut pada Agustus 1940. Italia, anggota Poros (negara-negara yang bersekutu dengan Jerman), ikut terjun dalam perang tersebut pada 10 Juni 1940. Dari 10 Juli hingga 31 Oktober 1940, Nazi melancarkan perang udara di Inggris, yang dikenal dengan sebutan Pertempuran Britania (Battle of Britain), namun pada akhirnya kalah.

1941
Setelah mendapatkan wilayah Balkan dengan menginvasi Yugoslavia dan Yunani pada 16 April 1941, Jerman dan sekutunya menginvasi Uni Soviet pada 22 Juni 1941, yang merupakan pelanggaran langsung terhadap Pakta Jerman-Soviet. Pada Juni dan Juli 1941, Jerman juga menduduki negara-negara Baltik. Pemimpin Soviet Joseph Stalin kemudian menjadi seorang pemimpin besar Sekutu di masa perang, yang menentang Jerman Nazi dan sekutu Porosnya. Selama musim panas dan musim gugur tahun 1941, pasukan Jerman merangsek jauh masuk ke dalam Uni Soviet, tapi perlawanan Tentara Merah yang semakin menguat mencegah niat Jerman untuk merebut kota besar Leningrad dan Moskow. Pada 6 Desember 1941, pasukan Soviet melancarkan serangan balasan besar yang menghalau pasukan Jerman selamanya dari pinggiran kota Moskow. Satu hari kemudian, pada 7 Desember 1941, Jepang (salah satu negara dari Blok Poros) mengebom Pearl Harbor, Hawaii. Amerika Serikat serta-merta menyatakan perang terhadap Jepang. Pada 11 Desember, Jerman dan Italia menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan konflik militer tersebut pun semakin meluas.

1942-1943
Pada Mei 1942, Angkatan Udara Kerajaan Inggris menyerang kota Cologne Jerman dengan sekitar seribu pesawat pengebom, dan untuk pertama kalinya penduduk Jerman ikut merasakan perang di negerinya sendiri. Selama tiga tahun berikutnya, angkatan udara Sekutu secara sistematis mengebom pabrik dan kota industri di segenap penjuru Reich, sehingga banyak wilayah perkotaan Jerman yang menjadi puing-puing pada 1945. Di pengujung 1942 dan awal 1943, pasukan Sekutu meraih serangkaian kemenangan militer besar di Afrika Utara. Kegagalan angkatan bersenjata Prancis untuk mencegah pendudukan Sekutu atas Moroko dan Aljazair memicu pendudukan Jerman atas Prancis Vichy kolaborasionis pada 11 November 1942. Unit militer poros di Afrika, pasukan berkekuatan kira-kira 150.000 orang seluruhnya, menyerah pada Mei 1943.

Di front timur, selama musim panas tahun 1942, Jerman dan sekutu Porosnya memulai kembali serangan mereka di Uni Soviet, dengan tujuan merebut Stalingrad yang berada di tepi Sungai Volga, serta kota Baku dan ladang minyak Kaukasia. Serangan Jerman terhenti di kedua front tersebut pada pengujung musim panas tahun 1942. Pada November, pasukan Soviet melancarkan serangan balik di Stalingrad dan pada 2 Februari 1943, Angkatan Darat Keenam Jerman pun menyerah kepada Soviet. Jerman kembali melancarkan serangan di Kursk pada Juli 1943, pertempuran tank terbesar dalam sejarah, tapi pasukan Soviet mematahkan serangan tersebut dan memegang dominasi militer yang tidak mereka lepaskan lagi selama masa perang.

Pada Juli 1943, Sekutu mendarat di Sisilia dan pada September mendarat di pantai daratan utama Italia. Setelah Dewan Agung Partai Fasis Italia memecat perdana menteri Italia Benito Mussolini (seorang sekutu Hitler), militer Italia mengambil alih kekuasaan dan menegosiasikan penyerahan kalah kepada pasukan Anglo-Amerika pada 8 September. Pasukan Jerman yang ditugaskan di Italia merebut kendali atas separuh wilayah semenanjung tersebut, dan terus melakukan perlawanan. Mussolini, yang telah ditangkap oleh otoritas militer Italia, diselamatkan oleh komando SS Jerman pada September dan membentuk (di bawah pengawasan Jerman) suatu rezim boneka neo-Fasis di Italia utara. Pasukan Jerman terus mempertahankan Italia utara hingga menyerah pada 2 Mei 1945.

1944
Pada 6 Juni 1944 (D-Day/Hari-H), sebagai bagian dari operasi militer besar-besaran, lebih dari 150.000 serdadu Sekutu mendarat di Prancis, yang dibebaskan pada pengujung Agustus. Pada 11 September 1944, pasukan AS yang pertama memasuki Jerman, satu bulan setelah pasukan Soviet melintasi perbatasan timur. Pada pertengahan Desember Jerman melancarkan serangan balasan di Belgia dan Prancis utara, namun gagal, yang dikenal dengan nama Pertempuran Bulge. Angkatan udara Sekutu menyerang pabrik-pabrik industri Nazi, seperti di kamp Auschwitz (kendati kamar-kamar gas tidak pernah dijadikan sasaran).

1945
Soviet memulai serangan pada 12 Januari 1945, dengan membebaskan Polandia barat dan memaksa Hungaria (sekutu Poros) untuk menyerah. Pada pertengahan Februari 1945, Sekutu mengebom kota Jerman Dresden, sehingga menewaskan kira-kira 35.000 orang sipil. Pasukan Amerika menyeberangi Sungai Rhine pada 7 Maret 1945. Serangan pamungkas Soviet pada 16 April 1945 memungkinkan pasukan Soviet mengepung ibu kota Jerman, Berlin. Saat pasukan Soviet mencoba merangsek masuk ke dalam Kekanseliran Reich, Hitler melakukan bunuh diri pada 30 April 1945. Pada 7 Mei 1945, Jerman menyerah tanpa syarat kepada Sekutu Barat di Reims dan pada 9 Mei kepada Soviet di Berlin. Pada Agustus, perang di Pasifik berakhir segera setelah AS menjatuhkan bom atom di kota Jepang Hiroshima dan Nagasaki, yang menewaskan 120.000 warga sipil. Jepang secara resmi menyerah pada 2 September.

Perang Dunia II berakhir dengan estimasi jumlah kematian 55 juta jiwa di seluruh dunia. Ini merupakan konflik paling besar dan paling merusak dalam sejarah.

Bacaan Lebih Lanjut

Berthon, Simon, and Joanna Potts. Warlords: An Extraordinary Re-Creation of World War II Through the Eyes and Minds of Hitler, Churchill, Roosevelt, and Stalin. Cambridge, MA: Da Capo Press, 2006.

Bess, Michael. Choices Under Fire: Moral Dimensions of World War II. New York: A.A. Knopf, 2006.

Chickering, Roger, Stig Fo¨rster, and Bernd Greiner. A World at Total War: Global Conflict and the Politics of Destruction, 1937-1945. Washington, DC: German Historical Institute, 2005.

Plowright, John. The Causes, Course, and Outcomes of World War Two. England: Palgrave Macmillan, 2007.

Weinberg, Gerhard L. Hitler's Foreign Policy: The Road to World War II, 1933-1939. New York: Enigma, 2005.