Sejarah Pribadi

Barbara Ledermann Rodbell menggambarkan reaksinya terhadap sekolah yang dimandatkan Nazi bagi anak Yahudi di Amsterdam

Pada tahun 1933, keluarga Barbara pindah ke Amsterdam, di Belanda. Mereka berteman dengan Anne Frank dan keluarganya. Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940. Kekasih Barbara, Manfred, memiliki penghubung bawah tanah dan Barbara pun mendapatkan dokumen palsu. Ibu, saudara perempuan, dan ayahnya dideportasi ke Westerbork, lalu ke Auschwitz. Barbara selamat berkat dokumen palsunya dan bekerja untuk melakukan perlawanan. Ia membantu membawa orang-orang Yahudi ke tempat persembunyian dan juga menyembunyikan mereka di sebuah apartemen yang ia miliki dengan nama palsunya.

Transkrip

Saat itu terdapat tempat pengumpulan dan kami diberi tahu bahwa sekarang anak-anak Yahudi harus meninggalkan sekolah dan pergi ke...sekolah Yahudi, dan... terpisah dari yang lainnya. Dan... Saya menemui orang tua saya dan...dan saya berkata, "Saya tidak mau bersekolah di sekolah Yahudi. Saya tidak mau bersekolah di sekolah Yahudi. Saya tidak akan bersekolah di sekolah Yahudi." Dan saya hanya dapat melihat anak-anak saya menghampiri saya dan berkata, "Saya tidak mau bersekolah di sekolah ini." Saya dapat melihat keterkejutan itu. Tidak mungkin. Sungguh tidak mungkin. Saya tipikal orang yang sangat memberontak dalam segala hal pada saat itu, dan saya tidak mau bersekolah. Kakak saya bersekolah. Ia bersekolah di sekolah Yahudi. Dan itu sungguh menakutkan karena yang mulai dilakukan Jerman adalah mengisolasi orang-orang Yahudi menjadi beberapa kelompok. Maksud saya, beberapa hari kemudian, bukan di awal-awal, Jerman datang menjemput anak-anak di sekolah, kemudian membuat orang tua mereka datang untuk menjemput, dan tentunya menahan para orang tua, yang pada akhirnya, Anda tahu sendiri. Lalu beberapa dari orang tua dipulangkan lagi jika orang tua mereka memiliki dokumen yang baik...dokumen yang dikecualikan. Tetapi setiap kali saya mendengar bahwa sekolah, Jerman, atau 'green police' atau pihak Belanda yang bekerja sama,...Nazi, Nazi Belanda--anggota NSB [anggota dari gerakan Nazi Belanda, the Nationaal Socialistische Beweging; NSB], mereka disebut anggota NSB -- berjalan menuju sekolah, saya berlari ke sana, lalu setelah saya berteman dengan Manfred, ia berkata, "Yang harus kamu lakukan saat Jerman mendatangi suatu tempat adalah untuk tidak datang ke sana." Saya sungguh bodoh, tetapi sebagian besar dari kami memang begitu karena kami tidak tahu cara menyelamatkan diri, kamu harus menyelamatkan diri, dan kamu harus berhati-hati. Anda harus belajar untuk takut.


  • US Holocaust Memorial Museum Collection
Lihat rincian arsip

Halaman ini juga tersedia dalam bahasa

Thank you for supporting our work

We would like to thank The Crown and Goodman Family and the Abe and Ida Cooper Foundation for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.