Adolf Hitler was a frontline soldier during World War I

Adolf Hitler: Tahun-tahun Awal, 1889–1921

Adolf Hitler (1889–1945) adalah pemimpin Partai Nazi dan diktator Jerman Nazi dari tahun 1933 hingga 1945. Di bawah kepemimpinan Hitler, Jerman Nazi melakukan Holocaust, yakni persekusi dan pembantaian sistematis terhadap kaum Yahudi Eropa. Dari kecil hingga beranjak dewasa, Hitler terpapar ide-ide politik dan sosial yang nantinya membentuk dasar ideologi Nazi. Ia menjadi pemimpin Partai Nazi pada tahun 1921.

Fakta Utama

  • 1

    Pada masa mudanya, Adolf Hitler dipengaruhi oleh paham antisemitisme dan nasionalisme etnis di sekolah, media, dan dalam kehidupan politik.

  • 2

    Sebagai seorang pemuda, Hitler mengalami berbagai peristiwa bersejarah penting yang mengubah arah sejarah Jerman dan membentuk perkembangan politiknya.

  • 3

    Setelah Perang Dunia I, Hitler mulai bersinar dalam kancah perpolitikan Munich. Di sini, ide-ide ultranasionalis, antidemokrasi, anti-komunis, dan antisemit tumbuh dengan subur.

Adolf Hitler stands with an SA unit during a Nazi parade in Weimar

Adolf Hitler berdiri bersama unit SA saat parade Nazi di Weimar, di mana konstitusi Republik Weimar disusun pada tahun 1919. Weimar, Jerman, 1931.

Kredit:
  • US Holocaust Memorial Museum, courtesy of James Sanders

Adolf Hitler (1889–1945) merupakan pemimpin Partai Nazi dan diktator Jerman Nazi dari tahun 1933 hingga 1945. Karena semua kejahatan yang dilakukan oleh rezim Jerman Nazi di bawah kepemimpinannya, Hitler secara luas dianggap sebagai penjahat besar. Hitler khususnya bertanggung jawab atas Perang Dunia II dan Holocaust, yakni persekusi dan pembantaian massal sistematis  terhadap kaum Yahudi di Eropa.

Kehidupan Hitler sering kali menjadi subjek mitos dan legenda, yang kebanyakan bersifat dramatis, fantastis, atau sensasional. Sebagian mitos itu berasal dari Hitler sendiri dan Mein Kampf, buku karangan Hitler tentang kehidupannya yang sebagian besar merupakan fiksi. Mitos lainnya datang dari lawan-lawan politiknya yang ingin mendiskreditkan Hitler. Ada pula mitos yang telah berevolusi dalam beberapa dekade sejak kematiannya. Sebagian besar mitos ini berasal dari orang-orang yang berupaya memahami Hitler dan kejahatannya. Ada apa dengan pria ini sehingga dia menginspirasi jutaan orang untuk melakukan tindakan yang tak terbayangkan?

Tahun-tahun awal kehidupan Hitler berperan penting dalam perkembangan ideologinya. Selama masa ini, Hitler terpapar ide-ide yang menjadi komponen kunci dalam caranya memandang dunia. Gagasan-gagasan ini mencakup nasionalisme ekstrem etnis Jerman; antisemitisme rasial; oposisi terhadap demokrasi liberal; dan antikomunisme. Kapan dan mengapa Hitler mengadopsi pandangan dunia yang ekstrem dan radikal masih menjadi perdebatan sejarah.

Mitos tentang Latar Belakang Keluarga Hitler

Ada dua mitos utama tentang latar belakang keluarga Adolf Hitler. Yang pertama adalah mitos bahwa kakek Hitler adalah seorang Yahudi. Yang kedua adalah klaim bahwa nama belakang asli Hitler adalah Shicklgruber. Kedua mitos ini tidak terbukti benar.

Apakah Kakek Hitler adalah seorang Yahudi?

Tidak. Tidak ada bukti bahwa kakek Adolf Hitler adalah seorang Yahudi. Rumor tak berdasar ini muncul sejak tahun 1920-an.

Kemungkinan besar, mitos ini populer karena spekulasi tentang identitas kakek Hitler. Ayah Hitler, Alois, adalah anak dari Maria Anna Schicklgruber dan lahir di luar nikah. Catatan pembaptisan Alois tidak mencantumkan nama ayahnya. Meskipun tidak mungkin dibuktikan, ayah biologis Alois (kakek Adolf Hitler) kemungkinan besar adalah Hiedler bersaudara: Johann Georg atau Johann Nepomuk. Johann Georg menjadi ayah tiri Alois, dan Johann Nepomuk membantu membesarkannya. Pada tahun 1876, Johann Georg secara resmi ditambahkan ke dalam akta kelahiran Alois sebagai ayahnya. Kedua orang tersebut bukan Yahudi. Tidak ada bukti bahwa Maria Anna memiliki hubungan intim dengan seorang pria Yahudi.

Apakah nama belakang Adolf Hitler sebenarnya adalah Schicklgruber?

Bukan. Schicklgruber memang nama keluarga, tetapi bukan nama belakang Adolf Hitler. Schicklgruber adalah nama belakang nenek Adolf Hitler dari pihak ayah. Karena ayah Hitler, Alois, lahir di luar nikah, ia menggunakan nama belakang “Schicklgruber” hingga dewasa. Pada tahun 1876, Alois mengubah nama belakangnya menjadi Hitler, ketika ia mencantumkan nama ayah tirinya pada akta kelahirannya. “Hitler” adalah salah satu ejaan dari nama belakang “Hiedler”. Alois Hitler memberikan nama belakang ini kepada anak-anaknya, termasuk Adolf Hitler.

Masa Kecil dan Remaja Hitler

Adolf Hitler lahir pada 20 April 1889, dari pasangan Alois dan Klara (née Pölzl) di kota Braunau am Inn, di Kekaisaran Austro-Hungaria (sekarang Austria). Hitler dibaptis di Gereja Katolik Roma. Ayahnya, Alois (1837–1903), adalah pejabat bea cukai tingkat menengah. Klara (1860–1907) adalah istri ketiga Alois. Pasangan ini memiliki enam anak, dan empat di antaranya meninggal pada masa bayi atau kanak-kanak. Adik perempuan Adolf Hitler, Paula, lahir pada tahun 1896. Hitler juga memiliki dua saudara tiri yang lebih tua dari pernikahan kedua ayahnya.

Keluarga Hitler beberapa kali berpindah tempat tinggal ketika Adolf masih kecil. Pada tahun 1898, mereka menetap di sebuah desa di pinggiran kota Linz, Austria. Adolf Hitler bersekolah di Linz selama beberapa tahun, dan mengalami kesulitan dalam pelajarannya dengan nilai-nilainya tidak terlalu baik.

Keterpaparanan Hitler terhadap Paham Nasionalisme Jerman

Di sekolah, Hitler terpapar dengan ide-ide nasionalis Jerman yang populer di Linz kala itu. Di sinilah mungkin ia diperkenalkan dengan paham nasionalisme etnis Jerman yang dianut Georg Ritter von Schönerer. Schönerer berpendapat bahwa semua etnis Jerman harus bersatu dalam satu negara. Ia menentang kekaisaran Austro-Hungaria yang multinasional. Schönerer juga mengusung paham antisemitisme rasial.

Mimpi Artistik Hitler yang Gagal

Adolf Hitler muda ingin menjadi seorang seniman. Menurut Hitler, ia bertengkar sengit dengan ayahnya, yang menginginkannya masuk ke dinas sipil Austro-Hungaria. Setelah kematian ayahnya pada tahun 1903, Hitler membujuk ibunya untuk mengizinkannya mengejar mimpinya menjadi seorang seniman. Pada musim gugur tahun 1907, Hitler mengikuti ujian masuk Akademi Seni Rupa di Wina. Namun, ia tidak diterima.

Hitler sebagai “seniman gagal” tetap menjadi bahan lelucon dan sejarah alternatif tentang diktator Jerman tersebut, bahkan di abad ke-21.

Dokter Yahudi Klara Hitler

Ada mitos umum yang mengatakan bahwa Adolf Hitler membenci orang Yahudi akibat dokter Yahudi yang menangani perawatan ibunya. Namun demikian, terdapat bukti kuat yang menunjukkan hal sebaliknya.

Sepanjang tahun 1907, Hitler membantu merawat ibunya yang sedang sekarat karena kanker payudara. Dokternya, Dr. Eduard Bloch, adalah seorang Yahudi. Hitler dan Dr. Bloch memiliki hubungan yang baik. Hitler mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan perawatan yang diberikan Bloch. Klara meninggal dunia pada Desember 1907. Beberapa tahun kemudian, ketika Nazi menguasai Austria, Hitler memastikan bahwa Dr. Bloch dan istrinya dikecualikan dari berbagai kebijakan antisemit yang diterapkan rezim tersebut.

Masa Kehidupan Hitler di Wina, 1908–1913

Pada awal 1908, beberapa minggu setelah kematian ibunya, Klara, Hitler pindah ke Wina. Tidak seperti Linz yang mayoritas penduduknya adalah orang Jerman, Wina adalah kota multietnis, multinasional, dan multiagama. Populasi Yahudi dan Ceko cukup besar di Wina. Hitler menetap di kota itu hingga Mei 1913.

Gaya Hidup Hitler di Wina

Pada awalnya, kehidupan Hitler relatif nyaman berkat warisan yang cukup besar dari orang tuanya, sehingga ia tidak bekerja. Pada tahun 1908–1909, upayanya untuk masuk ke Akademi Seni Rupa gagal untuk kedua kalinya. Ia tidak lagi berhubungan dengan keluarganya. Pada akhir tahun 1909, harta warisannya habis sehingga Hitler jatuh miskin. Ia terpaksa tinggal sementara di tempat penampungan tunawisma, dan kemudian di panti khusus pria. Selama waktu ini, Hitler mulai melukis pemandangan Wina dengan cat air, yang awalnya ia jual dengan bantuan seorang rekan bisnis.

Keterpaparan Hitler terhadap Paham Antisemitisme Politik di Wina

Dalam dua tahun pertama Adolf Hitler berada di Wina, jabatan wali kota dipegang oleh politisi antisemit Karl Lueger. Lueger adalah salah seorang pendiri Partai Sosial Kristen Austria (Christlichsoziale Partei). Sebagai seorang politisi, Lueger menggunakan isu antisemitisme ekonomi dan taktik politik baru untuk mendapatkan dukungan pemilih.

Hitler, di kemudian hari, mengklaim bahwa ideologi politik antisemitnya terbentuk di Wina. Dia mengatakan bahwa Lueger dan surat kabar antisemit kota itu turut menginspirasinya. Namun, bukti-bukti dari kehidupan Hitler menunjukkan bahwa hal ini mungkin tidak sepenuhnya benar. Di Wina, Hitler memiliki kenalan dan rekan bisnis Yahudi. Berdasarkan bukti yang ada, Hitler baru mengadopsi ideologi antisemit secara menyeluruh setelah meninggalkan Wina. Namun demikian, ada kemungkinan bahwa masa ini memang memengaruhi keyakinan dan politik antisemit Adolf Hitler.

Hitler di Munich, 1913–1914

Pada Mei 1913, Hitler meninggalkan Wina dan pindah ke Munich, ibu kota negara bagian Bavaria, Jerman. Bavaria adalah bagian dari wilayah Kekaisaran Jerman. Ia pindah ke Munich agar terhindar dari hukuman karena mangkir dari kewajiban wajib militer di Austria-Hungaria. Hitler menggunakan sisa warisannya untuk membiayai kepindahan tersebut. Di Munich, kehidupan Hitler masih tidak menentu. Ia menghidupi dirinya dengan menjual lukisan cat air dan sketsanya.

Dinas Militer Hitler Selama Perang Dunia I, 1914–1918

Stretcher bearers carry a wounded soldier during the Battle of the Somme.

Pembawa tandu tengah membawa seorang serdadu yang terluka saat Pertempuran Somme pada Perang Dunia I. Prancis, September 1916. IWM (Q 1332)

Kredit:
  • Imperial War Museum - Photograph Archive

Pecahnya Perang Dunia I pada musim panas 1914 disambut dengan antusias oleh Adolf Hitler. Saat perang meletus pada 2 Agustus, Hitler yang saat itu berusia 25 tahun menghadiri acara patriotik di alun-alun kota Munich, Odeonsplatz. Bertahun-tahun kemudian, fotografer Hitler, Heinrich Hoffmann, menemukan sosok Hitler muda di kerumunan orang pada hari itu dalam sebuah foto yang diambilnya. Foto tersebut kemudian menjadi propaganda populer di Jerman Nazi.

Hitler Bergabung dengan Tentara Bavaria

Meskipun merupakan warga negara asing, Hitler bergabung dengan tentara Bavaria pada Agustus 1914. Selama Perang Dunia I, tentara Bavaria merupakan bagian dari tentara Jerman. Hitler bertugas di Resimen Infanteri Cadangan ke-16 Bavaria. Setelah pelatihan militer yang terbatas dan dipercepat, unit ini dikerahkan ke Belgia pada musim gugur 1914. Hitler dan pasukannya bertempur dalam Pertempuran Pertama Ypres (Oktober–November 1914). Ini merupakan satu-satunya pengalaman Hitler bertempur di garis depan.

Pangkat dan Medali Militer Hitler

Pada November 1914, Hitler naik pangkat menjadi Gefreiter, yakni, kenaikan pangkat kedua bagi prajurit tamtama, yang kurang lebih setara dengan pangkat Prajurit Satu di Angkatan Darat AS. Setelah itu, ia tidak pernah naik pangkat lagi. Pangkat Hitler sering keliru diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Lance Corporal (Kopral Muda). Selama perang, ia menerima beberapa medali, termasuk Iron Cross 2nd Class pada Desember 1914 dan Iron Cross 1st Class pada Agustus 1918.

Hitler sebagai Kurir Penghubung

Pada November 1914, Hitler menjadi seorang kurir penghubung. Tugasnya adalah membawa pesan ke dan dari markas resimen. Dia bukan lagi seorang prajurit garis depan. Selama empat tahun berikutnya, resimen Hitler bertempur di sejumlah pertempuran di Belgia dan Prancis di front barat. Dalam berbagai pertempuran tersebut, Hitler biasanya berada beberapa kilometer di belakang area garis depan. Namun demikian, Hitler terluka ringan di paha atasnya akibat serpihan peluru artileri saat Pertempuran Somme pada Oktober 1916.

Pengalaman Hitler di Front Dalam Negeri

Meskipun Hitler bertugas aktif bersama unitnya selama sebagian besar Perang Dunia I, ia juga sempat berada di wilayah dalam negeri Jerman. Setelah mengalami luka pada Oktober 1916, ia tinggal di sebuah rumah sakit tentara di dekat Berlin selama sekitar dua bulan. Baik di Munich maupun Berlin, Hitler menyaksikan kelaparan yang meluas di kalangan warga sipil Jerman pada musim dingin 1916–1917 akibat kegagalan panen dan blokade makanan pada masa perang. Satu setengah tahun kemudian, saat sedang cuti pada September 1918, Hitler mengamati keruntuhan total semangat di front dalam negeri Jerman. Semua pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam pada diri Hitler dan kelak memengaruhi keputusan-keputusan yang diambilnya terkait pasokan makanan selama Perang Dunia II.

Bulan-bulan Terakhir Perang Dunia I

Pada Oktober 1918, Hitler terluka akibat serangan gas mustard dan dibawa ke rumah sakit militer Pasewalk. Berita tentang gencatan senjata 11 November 1918, penggulingan Kaisar Wilhelm II, dan revolusi Jerman sampai kepadanya ketika ia sedang dalam masa pemulihan. Rasa muak dan kekecewaan Hitler terhadap gencatan senjata dan jatuhnya kekaisaran Jerman tersebut kelak menjadi bagian penting dari mitos dan ideologinya.

Pengalaman Hitler di Munich setelah Perang Dunia I

Meskipun sebagian besar tentara Perang Dunia I didemobilisasi dengan cepat, Hitler memilih untuk tetap bertahan di militer Bavaria setelah perang berakhir. Tanpa keluarga, teman, tempat tinggal, atau peluang kerja, ia tidak punya tempat lain untuk dituju. Hitler tetap berada di militer Bavaria pada masa damai sejak musim gugur 1918 hingga akhir Maret 1920. Dalam periode ini, berbagai peristiwa politik berkembang dengan cepat di sekelilingnya.

Perubahan Politik di Munich pada Periode 1918–1919

Ketika Hitler kembali ke Munich pada akhir November 1918, Munich sedang mengalami perubahan politik. Pada 7–8 November, kaum revolusioner di Bavaria telah menggulingkan Raja Bavaria Ludwig III dan membentuk pemerintahan republik demokratis. Dari November 1918 hingga Februari 1919, pemimpin pemerintahan Bavaria yang baru adalah Kurt Eisner, seorang sosialis Yahudi. Eisner dibunuh pada Februari 1919. Penggantinya, Johannes Hoffman, pada akhirnya diusir dari kota dalam upaya perebutan kekuasaan oleh kaum Komunis. Pada April–Mei 1919, Republik Soviet Bavaria (Bayerische Räterepublik, secara harfiah berarti “republik dewan Bavaria”), sebuah pemerintahan Komunis, menguasai kota ini. Dengan bantuan negara-negara bagian tetangga dan milisi, pemerintahan Hoffman menumpas Republik Soviet Bavaria. Gelombang anti-Komunis kemudian terjadi dan menyebabkan ratusan orang tewas.

Selama pergolakan politik ini, Hitler tetap bertugas di militer Bavaria. Ia memilih bertahan meskipun bisa saja dinonaktifkan dari dinas militer. Ini berarti bahwa Hitler—yang tak lama kemudian dikenal karena penolakan kerasnya terhadap demokrasi parlementer dan Komunisme— pernah secara sukarela mengabdi sebagai tentara di bawah kedua pemerintahan tersebut.

Antisemitisme di Munich Setelah Perang

German territorial losses, Treaty of Versailles, 1919

Jerman mengalami kekalahan dalam Perang Dunia I. Dalam Perjanjian Versailles tahun 1919, negara-negara pemenang (Amerika Serikat, Inggris Raya, Prancis, dan negara sekutu lainnya) menetapkan ketentuan-ketentuan menghukum terhadap Jerman dalam hal kewilayahan, kemiliteran, dan ekonomi. Di barat, Jerman mengembalikan Alsace-Lorraine ke Prancis setelah mencaploknya lebih dari 40 tahun yang lalu. Selain itu, Belgia mendapat Eupen dan Malmedy; daerah industri Saar ditempatkan di bawah administrasi Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun; dan Denmark mendapat Schleswig Utara. Akhirnya, Rhineland didemiliterisasi; artinya, pasukan militer Jerman atau pertahanan tidak diizinkan di sana. Di timur, Polandia mendapat sebagian dari Prussia Barat dan Silesia dari Jerman. Selain itu, Cekoslowakia mendapat distrik Hultschin dari Jerman; Danzig, yang sebagian besar merupakan kota Jerman, menjadi kota bebas di bawah perlindungan Liga Bangsa-Bangsa; dan Memel, suatu jalur wilayah kecil di Prussia Timur di sepanjang Laut Baltik, pada akhirnya ditempatkan di bawah kuasa Lituania. Di luar Eropa, Jerman kehilangan seluruh koloninya. Secara keseluruhan, Jerman melepas 13 persen dari wilayah Eropanya (lebih dari 27.000 mil persegi) dan sepersepuluh dari penduduknya (antara 6,5 dan 7 juta jiwa).

Kredit:
  • US Holocaust Memorial Museum

Antisemitisme meningkat di seluruh Jerman selama dan setelah Perang Dunia I. Banyak warga Jerman menyalahkan kaum Yahudi atas kekalahan Jerman dalam Perang Dunia I, revolusi pada November 1918, dan penyebaran komunisme.

Hitler menyaksikan sendiri gelombang antisemitisme yang meningkat di Munich setelah perang. Munich telah menjadi pusat penyebaran sentimen anti-Yahudi. Di Munich, antisemitisme meningkat pada musim panas dan musim gugur tahun 1919 sebagai respons terhadap berbagai peristiwa dunia. Pertama, banyak orang di Munich dan wilayah lain yang menyalahkan orang Yahudi atas tindakan Republik Soviet Bavaria yang komunis. Mereka juga menunjukkan kemarahan kepada pemerintah Jerman karena telah menandatangani Perjanjian Versailles. Kemarahan ini kemudian berkembang dengan nuansa antisemit. Pada tahun 1919, sebuah publikasi teori konspirasi antisemit, The Protocols of the Elders of Zion, muncul dalam terjemahan bahasa Jerman. Pada bulan-bulan dan tahun-tahun berikutnya, Adolf Hitler mengadopsi dan menyebarkan berbagai ide dan teori konspirasi antisemit yang banyak beredar di Munich dan Jerman pascaperang pada masa itu.

Di tengah keadaan ini, gerakan antisemit sayap kanan yang baru dan radikal pun berkembang di Munich. Dalam suasana inilah Hitler dikenal berkat kepiawaiannya berbicara sebagai orator politik.

Pernyataan dan Pidato Antisemit Pertama Hitler

Pada musim panas 1919, Hitler bergabung dengan Kantor Informasi Administrasi Militer Bavaria. Kantor militer ini mengumpulkan informasi intelijen mengenai partai-partai politik di Munich dan memberikan “edukasi politik” anti-Komunis kepada para prajurit. Pada bulan Juli, Hitler menghadiri kursus pelatihan propaganda anti-Komunis dan mengikuti ceramah tentang sejarah dan politik yang kemungkinan turut memengaruhi sebagian pandangannya. Pada musim panas itu, Hitler menyadari bakatnya sebagai pembicara publik dan mulai mengasah kemampuannya. Pada Agustus 1919, ia menyampaikan pidato politik antisemit pertamanya kepada para tentara.

Terkesan dengan kemampuan Hitler sebagai seorang komunikator, atasan Hitler kemudian memberinya kepercayaan untuk menjawab secara tertulis pertanyaan dari seorang pelajar tentang “Persoalan Yahudi”. Dalam sebuah surat tertanggal 16 September 1919, Hitler mengidentifikasi orang Yahudi sebagai sebuah ras (“Rasse”). Ia mengulang kebohongan tentang orang Yahudi yang berakar pada antisemitisme ekonomi, nasionalis, dan rasial. Dalam surat tersebut, ia juga menyerukan pembentukan pemerintahan nasionalis yang kuat yang akan menyingkirkan orang-orang Yahudi sepenuhnya dari Jerman.

Kenaikan Hitler ke Pucuk Pimpinan Partai Nazi

Terkait dengan pekerjaannya di Kantor Penerangan, Hitler menghadiri pertemuan Partai Buruh Jerman (Deutsche Arbeiterpartei, atau DAP), sebuah partai kecil, pada 12 September 1919. Menurut Hitler, dalam pertemuan tersebut, ia memberikan pidato dadakan, yang membuat para pemimpin partai terkesan sehingga mereka mendorongnya untuk bergabung. Dalam waktu satu bulan kemudian, Hitler telah bergabung dengan DAP sebagai anggota nomor 555. Belakangan, Hitler secara keliru mengklaim bahwa nomor keanggotaannya adalah tujuh.

Hitler memberikan pidato resmi pertamanya untuk DAP pada16 Oktober 1919, di sebuah aula bir. Berkat kemampuan pidatonya, Hitler dengan cepat naik ke jajaran pimpinan DAP. Dia membantu para pemimpin DAP menyusun program politik partai yang diumumkan oleh Hitler dalam sebuah rapat umum pada 24 Februari 1920, di Hofbräuhaus, Munich. Tidak lama setelah itu, DAP berganti nama menjadi Partai Pekerja Sosialis Nasional Jerman (Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei, atau NSDAP). Dalam bahasa Inggris, partai ini dikenal sebagai Partai Nazi.

Pada akhir Maret 1920, Hitler meninggalkan militer Bavaria dan pindah ke sebuah kamar kontrakan kecil di dekat pusat kota. Sejak saat ini, ia mengabdikan diri sepenuhnya pada dunia politik. Sumber penghasilannya termasuk bayaran untuk pidato-pidato politiknya. Dia juga menerima uang dan fasilitas dari Partai Nazi dan penyandang dana.

Pada pertengahan tahun 1921, Hitler mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin Partai Nazi. Dalam peran inilah Hitler menjadi salah satu tokoh politik yang paling penting dan merusak dalam sejarah.

Adolf Hitler addresses an SA rally, Dortmund, Germany, 1933

Adolf Hitler berpidato di rapat akbar SA. Dortmund, Jerman, 1933. 

Kredit:
  • US Holocaust Memorial Museum, courtesy of William O. McWorkman

Thank you for supporting our work

We would like to thank Crown Family Philanthropies, Abe and Ida Cooper Foundation, the Claims Conference, EVZ, and BMF for supporting the ongoing work to create content and resources for the Holocaust Encyclopedia. View the list of all donors.

Glosarium