Women survivors huddled in a prisoner barracks shortly after Soviet forces liberated the Auschwitz camp. [LCID: 31450b]

Auschwitz

Sebagai kamp terbesar dari semua yang ada, kompleks kamp Auschwitz sangat berperan penting dalam pelaksanaan rencana Nazi mewujudkan "Solusi Akhir." Auschwitz meninggalkan jejaknya sebagai salah satu kamp Holocaust yang paling terkenal akan kekejiannya.

Fakta Utama

  • 1

    Terletak di Polandia yang diduduki Jerman, Auschwitz terdiri dari tiga kamp, termasuk sebuah pusat pembantaian. Kamp-kamp tersebut dibuka selama rentang waktu hampir dua tahun, 1940-1942. Auschwitz ditutup pada Januari 1945 berkat pembebasan yang dilakukan tentara Soviet.

     

  • 2

    Lebih dari 1,1 juta orang tewas di Auschwitz, termasuk hampir satu juta orang Yahudi. Mereka yang tidak dikirim langsung ke kamar gas beracun, akan dihukum kerja paksa.

  • 3

    Kompleks Auschwitz sering dikira sebagai “Auschwitz-Birkenau.” Pada kenyataannya, Birkenau, atau Auschwitz II, hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan kompleks tersebut. Pusat pembantaian—Birkenau—adalah lokasi kamar gas beracun.

Kompleks kamp konsentrasi Auschwitz merupakan kamp terbesar yang dibangun oleh rezim Nazi. Kamp ini terdiri dari tiga kamp utama, kesemuanya mempekerjakan tahanan untuk kerja paksa. Salah satu kamp juga digunakan sebagai pusat pembantaian untuk waktu yang lama. Kamp-kamp ini berlokasi sekitar 37 mil sebelah barat Krakow, dekat perbatasan praperang Jerman-Polandia di Upper Silesia, sebuah daerah yang direbut Nazi Jerman pada tahun 1939 setelah menginvasi dan menaklukkan Polandia. Penguasa SS mendirikan tiga kamp utama di dekat kota Oswiecim di Polandia: Auschwitz I pada bulan Mei 1940; Auschwitz II (disebut juga Auschwitz-Birkenau) pada awal tahun 1942; dan Auschwitz III (disebut juga Auschwitz-Monowitz) pada bulan Oktober 1942.

Kompleks kamp konsentrasi Auschwitz berada di bawah Inspektorat Kamp Konsentrasi. Hingga Maret 1942, Inspektorat Kamp Konsentrasi merupakan Kantor Pusat SS, dan, mulai tahun 1941, menjadi Kantor Pusat Operasi SS. Mulai bulan Maret 1942 hingga pembebasan Auschwitz, Inspektorat tersebut berada di bawah Kantor Pusat Administrasi-Ekonomi SS.

Pada bulan November 1943, SS mengeluarkan dekret bahwa Auschwitz-Birkenau dan Auschwitz-Monowitz akan menjadi kamp konsentrasi independen. Komandan Auschwitz I tetap sebagai komandan garnisun SS untuk semua unit SS yang ditugaskan di Auschwitz dan dianggap sebagai perwira senior dari ketiga komandan yang ada. Kantor-kantor SS untuk penyimpanan data-data para tahanan dan pengaturan kerja paksa para tahanan akan tetap terletak dan dijalankan secara terpusat dari Auschwitz I. Pada bulan November 1944, Auschwitz II digabungkan kembali dengan Auschwitz I. Nama Auschwitz III diganti menjadi kamp konsentrasi Monowitz.

Para komandan kompleks kamp konsentrasi Auschwitz adalah: Letnan Kolonel SS Rudolf Hoess dari bulan Mei 1940 sampai November 1943; Letnan Kolonel SS Arthur Liebehenschel dari bulan November 1943 sampai pertengahan bulan Mei 1944; dan Mayor SS Richard Baer dari pertengahan bulan Mei 1944 sampai 27 Januari, 1945. Para komandan Auschwitz-Birkenau ketika independen (November 1943 sampai November 1944) adalah Letnan Kolonel SS Friedrich Hartjenstein dari bulan November 1943 sampai pertengahan Mei 1944 dan Kapten SS Josef Kremer dari pertengahan Mei sampai November 1944. Komandan kamp konsentrasi Monowitz dari bulan November 1943 sampai Januari 1945 adalah Kapten SS Heinrich Schwarz.

AUSCHWITZ I

Auschwitz I, yang merupakan kamp utama, adalah kamp pertama yang dibangun dekat Oswiecim. Pembangunannya dimulai pada bulan Mei 1940 di bekas barak artileri tentara Polandia yang terletak di pinggiran kota. Penguasa SS terus mempekerjakan para tahanan untuk kerja paksa guna memperluas bentuk fisik kamp tersebut. Pada tahun pertama kamp didirikan, SS dan polisi membersihkan zona sekitar 40 KM persegi (15,44 mil persegi) sebagai “zona pembangunan” yang disediakan untuk pemanfaatan khusus kamp tersebut. Tahanan pertama di Auschwitz di antaranya tahanan Jerman yang dipindahkan dari kamp konsentrasi Sachsenhausen di Jerman, di mana mereka ditahan karena melakukan kejahatan berulang, dan para tahanan politik Polandia dari Lodz via kamp konsentrasi Dachau dan dari Tarnow di Distrik Krakow dari Generalgouvernement (bagian dari wilayah Polandia yang diduduki Jerman tapi tidak diambil alih oleh Nazi Jerman, secara administratif berhubungan dengan Jerman Timur Prussia, atau dimasukkan dalam wilayah Uni Soviet yang diduduki Jerman).

Seperti kebanyakan kamp konsentrasi Jerman, Auschwitz I dibangun dengan tiga tujuan: 1) untuk memenjarakan musuh dan pihak yang dianggap musuh rezim Nazi maupun pemerintah pendudukan Jerman di Polandia selama waktu yang tidak ditentukan; 2) untuk menyediakan tenaga kerja paksa guna dipekerjakan di perusahaan-perusahaan konstruksi milik SS, (dan nantinya produksi senjata dan produk lainnya yang dibutuhkan dalam perang); dan 3) berfungsi sebagai lokasi pemusnahan kelompok-kelompok kecil masyarakat sasaran yang kematiannya ditentukan oleh penguasa SS dan polisi karena dianggap penting demi keamanan Nazi Jerman. Seperti kebanyakan kamp konsentrasi lainnya, Auschwitz I memiliki kamar gas dan krematorium. Pada mulanya, para insinyur SS hanya membangun kamar gas seadanya di bawah tanah blok penjara, yaitu Blok 11. Selanjutnya kamar gas permanen dan lebih besar dibangun sebagai bagian dari krematorium yang sudah ada di gedung terpisah di luar kompleks tahanan.

Di kamp Auschwitz I, pada dokter SS melakukan eksperimen medis di rumah sakit, Barak (Blok) 10. Mereka melakukan riset berkedok ilmiah pada bayi, anak kembar, dan orang kerdil, lalu secara paksa melakukan sterilisasi, pengebirian, dan eksperimen hipotermia pada orang dewasa. Dokter yang paling terkenal adalah Kapten SS Dr. Josef Mengele.

Antara barak eksperimen medis dan krematorium terdapat "Dinding Hitam," di mana para serdadu SS mengeksekusi ribuan tahanan.

AUSCHWITZ II

Pembangunan Auschwitz II, atau Auschwitz-Birkenau, dimulai dari sekitar Brzezinka pada bulan Oktober 1941. Dari ketiga kamp yang dibangun dekat Oswiecim, Auschwitz-Birkenau adalah kamp yang paling banyak menampung tahanan. Kamp ini terbagi dalam satu lusin lebih bagian yang dipisah oleh pagar kawat berduri yang dialiri listrik dan, seperti halnya Auschwitz I, dipatroli oleh serdadu SS, juga -- setelah tahun 1942 -- oleh anjing penjaga SS. Bagian-bagian dalam kamp di antaranya untuk wanita, laki-laki, kamp keluarga untuk tahanan Roma (Gipsi) yang dideportasi dari Jerman, Austria dan wilayah Protektorat Bohemia dan Moravia, serta kamp keluarga untuk keluarga-keluarga Yahudi yang dipindahkan dari ghetto Theresienstadt.

Auschwitz-Birkenau juga dilengkapi fasilitas-fasilitas untuk sebuah pusat pembantaian. Kamp ini memainkan peran penting untuk rencana Jerman membantai kaum Yahudi Eropa. Selama musim panas dan musim gugur tahun 1941, gas Zyklon B mulai diperkenalkan dalam sistem kamp konsentrasi Jerman sebagai sebuah sarana pembantaian. Di Auschwitz I, pada bulan September, SS pertama kali melakukan uji coba Zyklon B sebagai alat pembantai massal. “Keberhasilan” eksperimen-eksperimen ini membawa pada penggunaan Zyklon B di semua kamar gas yang ada dalam kompleks Auschwitz. Di dekat Birkenau, SS pada mulanya menggunakan dua rumah petani yang dirubah menjadi kamar gas. Kamar gas “sementara” I mulai beroperasi pada bulan Januari 1942 dan kemudian dibongkar. Kamar gas sementara II beroperasi dari bulan Juni 1942 hingga musim gugur tahun 1944. SS menganggap fasilitas-fasilitas ini tidak memadai untuk skala pembantaian dengan gas yang mereka rencanakan di Auschwitz-Birkenau. Empat bangunan krematorium besar dibangun antara bulan Maret dan Juni 1943. Tiap krematorium dilengkapi tiga komponen: satu area lepas pakaian, satu kamar gas besar, dan oven krematorium. SS terus menjalankan operasi pembantaian dengan gas di Auschwitz-Birkenau hingga bulan November 1944.

DEPORTASI KE AUSCHWITZ

Beberapa kereta sering datang ke Auschwitz-Birkenau membawa kaum Yahudi yang didatangkan dari hampir semua negara di Eropa baik yang diduduki Jerman maupun yang bersekutu dengan Jerman. Pengangkutan ini terus berdatangan mulai tahun 1942 hingga akhir musim panas tahun 1944. Rincian deportasi dari masing-masing negara, dengan jumlah taksiran, adalah sebagai berikut: Hongaria: 426.000; Polandia: 300.000; Prancis: 69.000; Belanda: 60.000; Yunani: 55.000; Bohemia dan Moravia: 46.000; Slovakia: 27.000; Belgia: 25.000; Yugoslavia: 10.000; Italia: 7.500; Norwegia: 690; lainnya (termasuk kamp-kamp konsentrasi): 34.000.

Dengan deportasi dari Hongaria, peran Auschwitz-Birkenau sebagai alat dalam rencana Jerman membantai kaum Yahudi Eropa mencapai efektivitasnya yang tertinggi. Antara pengujung bulan April dan pertengahan Juli 1944, sekitar 440.000 kaum Yahudi Hongaria dideportasi, 426.000 di antaranya ke Auschwitz. SS mengirimkan sekitar 320.000 dari mereka langsung ke kamar-kamar gas di Auschwitz-Birkenau dan mempekerjakan sekitar 110.000 orang sebagai pekerja paksa di kompleks kamp konsentrasi Auschwitz. Beberapa minggu setelah kaum Yahudi Hongaria tiba di Auschwitz, banyak dari mereka yang ditransfer penguasa SS untuk bekerja paksa ke kamp-kamp konsentrasi lain di Jerman dan Austria.

Jumlah total kaum Yahudi yang dideportasi ke Auschwitz sekitar 1,1 juta orang. Penguasa SS dan polisi mendeportasikan sekitar 200.000 korban lain ke Auschwitz, termasuk 140.000-150.000 orang Polandia non-Yahudi, 23.000 orang Roma dan Sinti (Gipsi), 15.000 tahanan perang Soviet, dan 25.000 lainnya (warga sipil Soviet, Lituania, Cheska, Prancis, Yugoslavia, Jerman, Austria, dan Italia).

Mereka yang baru tiba di Auschwitz-Birkenau menjalani proses seleksi. Staf SS menetapkan mayoritas dari mereka tidak cocok untuk kerja paksa dan mengirimkan mereka secepatnya ke kamar-kamar gas, yang disamarkan sebagai instalasi pancuran mandi guna memperdaya korban. Harta benda milik para korban yang mati di kamar gas disita dan dikumpulkan di gudang “Kanada” untuk dikirim kembali ke Jerman. Kanada menyimbolkan kekayaan bagi para tahanan.

Sekurangnya ada 960.000 orang Yahudi yang dibunuh di Auschwitz. Para korban lainnya termasuk sekitar 74.000 orang Polandia, 21.000 orang Roma (Gipsi), dan 15.000 tahanan perang Soviet; serta 10.000-15.000 orang berkebangsaan lainnya (warga sipil Soviet, Cheska, Yugoslavia, Prancis, Jerman, dan Austria).

Pada tanggal 7 Oktober 1944, ratusan tahanan yang diperuntukkan ke Krematorium IV di Auschwitz-Birkenau memberontak setelah mengetahui bahwa mereka akan dibantai. Selama perlawanan ini, para tahanan berhasil membunuh tiga penjaga dan meledakkan krematorium serta kamar gas di sebelahnya. Para tahanan menggunakan bahan peledak yang diselundupkan ke dalam kamp oleh para wanita Yahudi yang ditugaskan untuk kerja paksa di pabrik senjata yang berada di dekat kamp. Tentara Jerman berhasil mengalahkan perlawanan ini dan membunuh hampir semua tahanan yang terlibat dalam pemberontakan tersebut. Para wanita Yahudi yang telah menyelundupkan bahan peledak ke dalam kamp dihukum gantung di muka umum pada awal Januari 1945.

Akan tetapi, operasi pembantaian dengan gas terus berlanjut hingga November 1944, ketika SS, atas perintah dari Himmler, menghentikan penggunaan kamar gas yang masih berfungsi. SS menghancurkan instalasi pembantaian dengan gas yang masih tersisa ketika tentara Soviet masuk pada bulan Januari 1945.

AUSCHWITZ III

Auschwitz III, juga disebut Buna atau Monowitz, dibangun pada bulan Oktober 1942 untuk menampung para tahanan yang ditugaskan bekerja di pabrik karet sintetis Buna, terletak di pinggiran kota Monowice di Polandia. Pada musim semi tahun 1941, konglomerat Jerman I.G. Farben mendirikan pabrik di mana para eksekutifnya ingin memanfaatkan tenaga kerja dari kamp konsentrasi untuk rencana mereka memproduksi bahan bakar dan karet sintetis. Di Auschwitz III ini, I.G. Farben menginvestasikan lebih dari 700 juta Reichsmark (sekitar 1,4 juta dolar A.S. pada tahun 1942). Sejak bulan Mei 1941 hingga Oktober 1942, SS telah memindahkan tahanan dari Auschwitz I ke “Detasemen Buna,” pertama kali dengan berjalan kaki dan selanjutnya menggunakan kereta api. Dengan dibangunnya Auschwitz III pada musim gugur tahun 1942, para tahanan yang dipekerjakan di Buna ditempatkan di Auschwitz III.

Auschwitz III juga mempunyai Kamp Pendidikan Pekerja untuk para tahanan non-Yahudi yang dianggap telah melanggar disiplin pekerja yang diberlakukan Jerman.

SUBKAMP AUSCHWITZ

Antara tahun 1942 dan 1944, penguasa SS di Auschwitz membangun 39 subkamp. Sebagian di antaranya dibangun di dalam zona “pengembangan” yang memang disediakan secara resmi, seperti Budy, Rajsko, Tschechowitz, Harmense, dan Babitz. Yang lainnya, seperti Blechhammer, Gleiwitz, Althammer, Fürstengrube, Laurahuette, dan Eintrachthuette dibangun di bagian Utara Upper Silesia dan bagian barat Sungai Vistula. Sebagian subkamp berlokasi di Moravia, seperti Freudental dan Bruenn (Brno). Secara umum, subkamp yang menghasilkan atau memproses hasil-hasil pertanian secara administratif berada di bawah Auschwitz-Birkenau; sedangkan subkamp yang para tahanannya dipekerjakan di industri dan produksi senjata atau di industri pengolahan (seperti, tambang batu bara, penggalian batu) secara administratif berada di bawah Auschwitz-Monowitz. Selepas November 1943, pembagian tanggung jawab secara administratif ini diformalkan.

Para tahanan Auschwitz dipekerjakan di peternakan-peternakan besar, seperti pusat pertanian eksperimen di Rajsko. Mereka juga dipaksa kerja di tambang batu bara, penggalian batu, perikanan, dan terutama dalam industri persenjataan seperti Pabrik Perlengkapan Jerman milik SS (didirikan pada tahun 1941). Secara berkala, para tahanan melewati proses seleksi. Jika SS menganggapnya terlalu lemah atau sakit untuk bekerja, mereka akan dikirim ke Auschwitz-Birkenau untuk dibantai.

Para tahanan yang dipilih untuk kerja paksa akan didaftar kemudian di Auschwitz I tangan kiri mereka akan ditato dengan nomor identitas. Merekam kemudian ditugaskan untuk kerja paksa di kamp utama atau tempat lain dalam kompleks, seperti di subkamp.

PEMBEBASAN AUSCHWITZ

Ketika pada pertengahan Januari 1945 tentara Soviet mendekati kompleks kamp konsentrasi Auschwitz, SS mulai mengevakuasikan Auschwitz beserta semua subkampnya. Unit SS memaksa 60.000 tahanan untuk berjalan ke arah barat dari sistem kamp Auschwitz. Ribuan telah dibunuh di kamp-kamp beberapa hari sebelum marching kematian ini dimulai. Puluhan ribu tahanan, kebanyakan kaum Yahudi, dipaksa berjalan ke arah barat laut sejauh 55 kilometer (sekitar 30 mil) menuju Gliwice (Gleiwitz), bergabung dengan tahanan dari subkamp di Timur Upper Silesia, seperti Bismarckhuette, Althammer, dan Hindenburg, atau ke barat sejauh 63 kilometer (sekitar 35 mil) menuju Wodzislaw (Loslau) di bagian barat Upper Silesia, bergabung dengan tahanan dari subkamp menuju Auschwitz bagian selatan, seperti Jawischowitz, Tschechowitz, dan Golleschau. Para petugas SS menembaki siapa saja yang tertinggal di belakang atau tidak kuat melanjutkan perjalanan. Para tahanan juga menderita karena cuaca dingin, kelaparan, dan pajanan cuaca dalam perjalanan tersebut. Dalam perjalanan ke Gliwice saja, sekurangnya ada 3.000 tahanan yang tewas; kemungkinan ada sekitar 15.000 tahanan yang tewas selama evakuasi dari Auschwitz dan subkamp-subkampnya.

Setibanya di Gliwice dan Wodzislaw, para tahanan dimasukkan ke dalam kereta api pengangkut tanpa penghangat lalu dikirim ke kamp-kamp konsentrasi di Jerman, terutama ke Flossenbürg, Sachsenhausen, Gross-Rosen, Buchenwald, Dachau, dan juga ke Mauthausen di Austria. Perjalanan dengan kereta ini berlangsung selama beberapa hari. Tanpa makanan, air, naungan, atau selimut, banyak tahanan yang tidak selamat dalam perjalanan ini.

Pada pengujung Januari 1945, SS dan petugas kepolisian memaksa 4.000 tahanan untuk menyingkir meninggalkan Blechhammer, sebuah subkamp di Auschwitz-Monowitz, dengan berjalan kaki. SS membunuh sekitar 800 tahanan selama dalam perjalanan menuju kamp konsentrasi Gross-Rosen. Para petugas SS juga membunuh sebanyak 200 tahanan yang tertinggal di Blechhammer akibat sakit atau berusaha bersembunyi. Setelah tertunda sebentar, SS memindahkan sekitar 3.000 tahanan Blechhammer dari Gross-Rosen ke kamp konsentrasi Buchenwald di Jerman.

Pada tanggal 27 Januari, 1945, tentara Soviet memasuki Auschwitz, Birkenau, dan Monowitz dan membebaskan sekitar 7.000 tahanan, kebanyakan dari mereka dalam kondisi sakit dan sekarat. Antara tahun 1940 dan 1945, diperkirakan SS dan polisi mendeportasikan sekurangnya 1,3 juta orang ke kompleks Auschwitz. 1,1 juta di antaranya dibantai oleh pihak penguasa kamp.